Akhir-akhir ini, jadi sering merasa “kosong”
Pada-Mu
Aku berdiri di atas padang berduri
Angin berhembus bawa anyir darahku
Tubuhku kelu, tapi hatiku lebih pedih
saat jarak ini terasa kian jauh
Diri-Mu megah pada arsy-Mu
dan aku yang hina tenggelam dalam lumpur
Lihatlah tanganku yang merangkak penuh luka
menggapai-Mu
(Ini padang tiada berbatas)
Lihatlah diriku tiada berupa…
menderita karena cinta
Rinduku memutih salju
memuncak pada-Mu.
Semoga diriku tak lagi terpuruk sejauh itu.
Subhanallah.. Mantaps
=> Terimakasih. Sebenarnya ini puisi jaman SMA. Sekedar pengingat kalau “menjauh” lagi.
kmu knapa Nur??
sapa,,,apa,,,dan bagaimana,,,
kok kmu bisa terpuruk??
cheers up Girl!!!
=> Aku ga papa Vie…
Yup, semangat!!
kalo kosong, diisi dong.
(^_^)v
jangan sampai perut dan otak secara simultan kosong bareng2…
=> Nah, perutku lagi kosong. Kirim makanan donk!
mendekat yuk mendekat…
=> Aku ikut Mbak…
wah, sering ngalamin juga….
rasa kosong…
bertanya pada diri sendiri sebenarnya apa sih yang dikejar?
sibuk menekan diri sendiri dengan tugas-tugas yang kalo dipikir-pikir, ngga perlu sampai sesibuk itu untuk mengerjakannya.
karena memakan pikiran sendiri begitu, jadi timbul rasa berat untuk melaksanakan sholat yang betul-betul sholat.
jadi ngga sempat untuk merenungkan tujuan hidup.
akhirnya ya, jadi kosong begitu, deh.
=> Wah, Uda, berat sekali nampaknya.
Kalo lari ke pekerjaan, hanya saat kerja aja deh, “kosong” itu sedikit terlupakan (pengalaman pribadi sih) Yah, seperti kata Mbak Fairuz, “Kita harus mendekat”. Meski berat, kita tetap harus berusaha mendekat. ^_^
Jadi inget dorama “Long Vacation” dulu. Mungkin kalau sudah benar-benar jenuh, ada baiknya juga mengambil suatu long vacation, istirahat sejenak dari semua beban?!
HMMM PUISINYA BAGUS KK
=> Terima kasih… ^_^