Hanya karena terlalu terpesona oleh kecantikan Haido lah, aku jadi telat merhatiin mas om yang satu ini.
Yup, leader-sama dari Laruku: Ogawa Tetsuya a.k.a Tetsu.
Kalo dari wajah sih, emang masih cantikan Haido. Tapi (berhubung kali ini hatiku sedang berpaling padanya) ternyata setelah diliat-liat, om ini benar-benar “menarik”
1. Senyumnya itu loh!!
Pertama kali jatuh hati waktu liat klip [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam C'est Moi, Sosial, Label aku, anak, curhat, ibu, orang tua pada Oktober 28, 2008 | 4 Komentar »
Suatu malam, telepon di rumahku berdering.
“Selamat ya Nur…” kata temanku di seberang. Dia baru saja melihat pengumuman UMPTN via internet. Dari kelas kami, ada 9 orang yang diterima di jurusan yang sama.
Alhamdulillah. Setelah telpon ditutup, aku langsung sujud syukur. Membayangkan betapa aku telah bersaing dengan puluhan atau ratusan anak lain yang ingin masuk ke sana.
Dengan [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam C'est Moi, Label aku, curhat, kenangan, okasan, rindu pada Oktober 27, 2008 | 4 Komentar »
Juli 2008
Selasa siang yang biasanya terik kali ini tak terasa menyakitkan. Jam 2 tadi aku mengantarnya sampai ke stasiun. Melihat kereta yang perlahan menjauh meninggalkanku, tenggorokanku serasa tercekik. Dengan susah payah kusembunyikan air yang mulai menggenang di mata. Kupaksakan menampilkan padanya, senyuman termanis yang kupunya.
Kembali ke kantor, mencoba bekerja seperti biasa, tapi ingatanku selalu tertuju [...]
Untuk mentranslate bahasa
“Di dalam keramaian aku masih merasa sepi…”
Itulah selarik kalimat dalam lagu milik Dewa (hm, Dewa apa Dewa 19 sih?) yang beberapa hari lalu suka berdenging di telingaku.
Dan di bawah ini dua puisi (ntahlah, mau disebut puisi atau tulisan ngaco) yang kutulis selama kegiatan arisan Dharmawanita di biroku. Karena aku merasa sepi di tengah keramaian ibu-ibu [...]
Untuk mentranslate bahasa
Apa yang ada di pikiranmu tentang hal berikut:
Sebuah ruangan yang luas, berukuran sekitar 10 x 20 meter, bertegel ubin warna krem ukuran 20 cm, dengan dinding kayu dan jendela-jendela putih tak tembus pandang berlis alumunium, beberapa kursi kayu panjang dan tempat sampah berjejer di pinggir melingkar ruangan, sebuah meja pingpong tanpa peralatan yang entah mengapa [...]
Untuk mentranslate bahasa