Abadi

Siang tadi…

Nur: “Halo? Yah? Ibuk ada? Maaf tadi ga sempet angkat pas ibuk telpon…”

Ayah: “Oh, gapapa. Ga ada apa-apa. Bau sesuatu ga?”

Nur: “Ha? Bau? Bau apa?”

Ayah: “Bau bakso ga?”

Nur: “Ha? Bakso apa?”

Ayah: “Di sini lagi ada bakso.” (ketawa)

Senang rasanya bercanda dengan ayah. Tak pernah terbayang bakal ada percakapan seperti ini. Memang benar, tak ada yang abadi di dunia ini. Begitu pun dengan permusuhan. Aku dan ayah memang sama-sama keras kepala. Sering sama-sama ngotot ketika berbeda pendapat. Banyak trauma yang ditorehkannya di kenanganku. Membuatku ini itu. Menyebabkanku begini begitu. Tapi trauma juga tak abadi. Sedang hubungan darah akan abadi. Selamanya ayah adalah ayahku.

2 thoughts on “Abadi

  1. fairuzdarin mengatakan:

    Semoga bisa tambah harmonis. :)

    (OOT: ga ada postingan baru ni? :D )

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s