Yellow (part 2): Sekilas Kenangan di Ambang Perpisahan

Sudah selesai.

Apa?

Hubungan ini… sudah selesai.


“Yo… tarik!” teriak kondektur. Dan bus pun perlahan-lahan bergerak meninggalkan terminal.


Kau tidak pernah membuat suatu hubungan apapun. Atas dasar apa kau berani menyebut “hubungan ini”?!

Entahlah. Dulu aku percaya afinitas.

Kau cuma berusaha meyakinkan dirimu sendiri.

Tapi… sepertinya dia juga merasakannya.

Mimpi! Kamu tidak pernah berusaha bangun dari mimpi!

Entahlah. Meski hanya mimpi, aku merasa ini begitu nyata.
Lanjut membaca

Nugroho Notosusanto

Kurasa, tak banyak yang mengenal bapak satu ini. Padahal dia merupakan satu diantara segelintir sastrawan Indonesia yang berasal dari militer dan cerita-ceritanya berlatar militer. Bahkan mungkin satu-satunya sastrawan yang pernah jadi menteri. Dialah Pak Nugroho Notosusanto, (mantan) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 1983 (aku belum lahir! :p)

Yang kusuka dari membaca cerpen-cerpen bapak ini adalah aku jadi tahu suasana jaman perang yang sebenarnya. Ternyata tak selalu heroik, ternyata tak selalu dramatis. Kehidupan manusia mengalir apa adanya. Mungkin memang susah, mungkin memang sulit. Tapi bukankah setiap jaman memiliki kesusahan dan kesulitannya sendiri?!

Dan aku tergerak untuk iseng menulis ulang cerpennya! Cerpen yang ini sih latarnya pasca perang. Tapi entah apa yang menarikku, membuatku menyukainya, aku tak bisa menjelaskannya. Makanya aku berbagi di sini. Mungkin ada di antara pembaca yang lebih paham bagaimana perasaan itu?! (atau malah ga suka? Whatever lah… :p)

Lanjut membaca

Manusia Tanpa Kepala

Pernahkah kalian menggambar manusia tanpa kepala?

Pasti jadinya aneh. Atau kalau nggak ya serem banget. Hii…

Saat ini aku sedang membaca satu novel. Penulisnya salah satu idolaku. Di novel ini, dia bereksperimen, keluar dari pakem biasanya dia. Walau begitu, aku rasa dia berhasil. Novel ini sangat menarik, berbeda tapi tetap satu nafas. Seperti anak yang mirip bapaknya, tapi ya tetap mengandung unsur-unsur ibunya.

Memang aku belum selesai membaca, baru dapat sepertiga. Tapi entah kenapa, ada sesuatu yang mengusikku.
Lanjut membaca