Judul : Cerpelai dan Aneka Kisah
Pengarang : Akutagawa Ryunosuke
Penerbit : Balai Pustaka 1996
Waktu jalan-jalan di Senen (pindahan dari Kwitang dulu) aku nemu buku ini di tumpukan buku-buku jadul (begitu jadulnya mengingat banyak sekali buku-buku jaman SD). Berhubung sejak Rashomon aku jadi jatuh hati pada Akutagawa, kubeli sajalah meski satu bukunya cuma berisi 3 cerpen.
Ngliat cover depan, gambarnya benar-benar khas buku-buku BP terbitan tahun 90-an. Ngingetin aku sama Kami Pun Berhak Hidup Layak. Baiklah, demikian hasil “intipan”-nya:
1. Cerpelai
Inilah kisah tentang asal-usul bermulanya kepercayaan orang Jepang bahwa rubah bisa bicara, atau yang lebih lagi: bisa berubah menjadi manusia. Nilai yang bisa diambil: hati-hatilah bicara, karena kamu tak akan pernah tahu apa yang bisa terjadi akibat perkataanmu.
2. Kutu
Bagaimana jadinya bila di sebuah kapal ada banyak sekali kutu? Bagaimanakah cara terbaik untuk menyikapinya? Pada intinya, kita sama sekali tidak perlu membesarkan hal-hal sepele.
3. Cacing Anggur
Seorang tuan tanah yang doyan sekali minum anggur divonis menderita penyakit yang disebabkan oleh cacing anggur. Pasca proses penyembuhan yang menyakitkan, dia pun tidak lagi suka minum anggur. Tapi, apa sebenarnya cacing anggur itu? Benarkah dia ada?
Dibandingkan Rashomon yang penuh sindiran terhadap masyarakat, 3 cerpen ini lebih ke nasehat hidup. Lumayan juga untuk menambah pengetahuan mengenai Akutagawa khususnya, dan sastra Jepang pada umumnya.
Salam Takjim
3 nasihat yang kudapat dari buku ini semua penting tapi ada yang lebih penting yakni katakan jangan sembarang katakan, jika itu benar katakan benar dan berusahalah mengatakannya
Salam Takjim Batavusqu
=> Sejujurnya agak susah saya nangkep inti cerita cerpen2 dari jepang (dan korea) :p