Judul : Dari Soekarno Sampai SBY, Intrik dan Lobi Politik Para Penguasa
Penulis : Prof. DR. Tjipta Lesmana, MA
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
Kepemimpinan tercermin dari komunikasi politik dan pengaruh yang ditimbulkan pada audiens. Begitu pula kominikasi politik para presiden. Efektif atau tidaknya komunikasi mereka, langsung berdampak pada kepemimpinan dan citra diri mereka. Buku ini menguak komunikasi politik dan kepemimpinan enam presiden Indonesia, mulai dari Bung Karno, berlanjut dengan Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, sampai Susilo Bambang Yudhoyono.
Dengan gaya bahasa yang lugas, tajam, dan kaya data (maklum, penulisnya pernah jadi wartawan se), berdasarkan wawancara mendalam dengan para informan yang dekat dengan presiden (yah, memang bapak penulis ini juga termasuk “orang penting”), buku ini berhasil mengungkap sisi lain dari berbagai peristiwa penting di tanah air, seperti pembredelan media baik di jaman Bung Karno maupun Orde Baru pasca Tragedi Malari 1974, Tragedi 27 Juli 1996, dendam Soeharto pada Habibie, Kasus Bank Bali, upaya pencopotan Panglima TNI, impeachment terhadap Gus Dur, dendam Megawati terhadap SBY, serta sisi-sisi kemanusiaan para Presiden yang bisa geleng-geleng kepala, senyum, atau senyum getir karena prihatin.
Meskipun kesannya berat, ternyata buku ini lumayan mengasyikkan. Bahasanya lumayan menarik dan sama sekali ga membosankan. Apalagi bagi mereka yang suka mempelajari sejarah. Tentang kekurangan, penulisnya sendiri mengakui kekurangannya dalam pembahasan mengenai presiden SBY (yang kuakui juga, sayang aja kalo men-jugde Pak SBY berdasarkan data yang tak sempurna itu).
Di buku ini ada satu cuplikan pendapat Parni Hadi yang pernah dimuat Republika, yang menurutku seirama dengan simpulan Pak Tjipta dari pembahasan tulisannya:
Jika pemerintahan Soekarno dan Soeharto masing-masing dikenal dengan istilah Old Order dan New Order, pemerintahan Habibie pantas disebut No Order, pemerintahan Gus Dur Out of Order, pemerintahan Megawati Waiting for Order, sedang pemerintahan SBY Everyday is Another Order…
Mwehehe, penasaran? Silahkan baca sendiri. Beneran lucu deh (loh?!) ![]()
There should be an option for the English language because it’s an international language.everybody can understand it easily.
=> *angguk-angguk*
Nggih Mas… leres! ^_^