Karada ga futotte imasu ka?

Kemaren, waktu mau jalan ke kamar mandi, ketemu ma ibu-ibu dari ruangan sebelah. Maunya nyapa, eh ternyata beliaunya yang nyapa aku duluan:

“Mbak Nur sekarang gemukan ya…”

Ya, ampun!! Padahal perasaan waktu nimbang kemaren beratku masih “normal” (normal maksudnya sama dengan berat waktu kuliah ^_^). Tapi ga tau juga, kalo emang badanku sekarang mulai menggembung. Yah, anak perempuan emang paling sensi masalah berat badan. Padahal yang penting kan kesehatan?! Menurutku, yang harus diperhatikan sebenarnya cuma dua hal berikut:

1. Body Mass Index

Ukuran ini mudah ngitungnya, tinggal membagi berat badan (dalam kilogram) dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). Range-nya untuk yang di bawah angka 18, berarti dia “masih terlalu kurus” dan harus menambah beratnya biar ideal. Idealnya adalah antara 18-23 (kalo ga salah inget). Lebih dari 23 berati gemuk, sedang lebih dari 25 berarti Anda sudah over weight. Hmmm…berdasarkan perhitungan terakhir, body mass index-ku masih 20,5. Yaah..masih bisa dibilang ideal kan?! kqkqkq….

Kalo ga mau susah-susah ngitung, aku inget ada timbangan berat badan yang langsung bisa menghitungnya. Kalo di kosan lama (jaman kuliah dulu) ada timbangan macam itu. Ga tau merk-nya apa. Dari Jepang kayanya. Soalnya keterangannya pake hiragana dan kanji. Wah, jangan sampe masuk zona futotteru atau futotteiru deh!

2. Lingkar perut

Nah, yang ini dapetnya dari acaranya Oprah, Dr Oz. Kata dia, lemak paling jahat adalah yang di perut. Dia nyebutnya lemak pada omentum. Omentum ini berada di sebelah luar dinding perut, lebih deket ke kulit luar, bentuknya semacam jaring yang fungsinya emang buat “menangkap” lemak. (kaya ikan aja) Kalo lemak banyak bertumpuk di sini, resiko kena serangan jantung lebih tinggi. Nah, buat mengukur apakah omentum kita berlebih dalam “menangkap lemak”, kita ngukurnya pake meteran biasa aja alias mengukur lingkar perut. Idealnya, lingkar perut buat cewek adalah 32,5 inchi sedang buat cowok 34 inchi. Tapi mungkin aku salah inget. Yang lebih mudah adalah “lingkar perut tidak boleh lebih dari setengah tinggi badan”. Ini mudah, tapi buat mewujudkannya susah. Hmmm…aku aja tinggal selisih 3 cm dari batas maksimalku. Huhuhu…serem banget deh! (mungkin emang bener kata ibu-ibu tadi T-T) Oia, ngukurnya pas di bagian puser ya… ^_^

Selain ukuran-ukuran tersebut di atas, tentu saja banyak aspek lain yang harus diperhatikan seperti tekanan darah, tingkat kolesterol, dsb. Tapi kan yang begitu-begitu susah ngukurnya… hehehe

Yah, semoga postingan pertamaku ini sedikit berguna bagi pembaca.

Selamat mengukur….