Nur, kyo wa…

Hari ini sibuk sekali, sedari pagi harus memandang angka-angka di layar komputer.

Terdengar sayup guntur di kejauhan. Aku sengaja membuka tirai jendela lebar-lebar (menuai protes dari beberapa orang). Akhir-akhir ini Jakarta selalu dirundung mendung. Langit abu-abu membuat perasaanku ikut kelabu. Ditambah pekerjaan yang tak habis-habis ini…

Kuputar winamp (pelan sekali, biar tak mengganggu orang lain), maka mengalunlah lagu-lagu sendu J-pop era awal 2000-an dan 1990-an akhir. Aku sedikit terhibur. Mencoba membentengi diri dari hawa negatif di sekitarku. Entah kenapa, hari ini banyak orang protes, mengeluh, berbicara dalam nada tinggi… menyakitkan sekali di telinga. Sementara diriku sendiri yang sedari dulu mudah sekali marah dan negative thinking ini, mudah pula menyerap hawa negatif seperti itu. Ditambah dingin hawa, langit kelabu, semua terasa semakin menyesakkan.

(kok jadi kaya ngisi diary gini ya??)

NB: Mungkin bakalan lama ga posting di blog ini T-T

Iklan

3 thoughts on “Nur, kyo wa…

  1. Mbak Fairuz:
    Hai’, gambarou!! terima kasih

    Saudara Faris:
    Lho, kok nikah? emang hawa negatif gimana sih nangkepnya? Kalo hawa negatif=kecenderungan untuk emosi, penyaluran lewat nikah kan bahaya, kasihan tuh suami jadi “kantung pasir”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s