Ibu=obat (?)

Merayakan kembalinya diriku ke blog tercinta… (ternyata bisa nyuri kesempatan di sela kerja)

Beberapa hari lalu Jakarta benar-benar kacau. Siang panaaasss terik ga ketulungan. Malem sumuk (gerah) banget pula. Tapi bisa juga turun hujan dengan derasnya di tengah malam. Trus jadi dingin banget. Kali lain mendung seharian. Perubahan hawa yang drastis ini akhirnya berefek ke kambuhnya penyakit lawasku: biduran! Yah, diriku tak tahu apa bahasa Indonesianya, tapi gampangnya, itu penyakit gatal-gatal yang timbul akibat alergi. Payahnya, ga cuma alergi makanan aja (udang), aku juga alergi perubahan suhu yang ekstrim, bahkan dulu sempat alergi ”tekanan” (jenis yang mungkin ga ada di dunia kedokteran, tapi itulah yang terjadi, tubuhku gatal-gatal di bagian bekas terkena tekanan, misalnya kalau habis duduk di kursi rotan)

Saat sakit, seperti umumnya orang normal, aku kangen Ibu’ (padahal seharusnya kangen Ayah, soalè yang yang bisa metikin kelapa muda buat penawar biduran itu kan Ayah, tapi… suka-suka aku dunk, mau kangen siapa… hehehe) Biasanya Ibu selalu tahu kalau anaknya kenapa-napa (tapi biduran bukan penyakit berat sih, jadi mungkin Ibu’ku ga ada feeling buat ini ^_^) Kalau kita sakit, Ibu’ selalu merawat dengan penuh cinta. Ah, kalau mau ngomongin kasih Ibu mah, ga akan ada habisnya.

Menghubungkan Ibu dan penyakit, aku baru sadar, ternyata dengan keajaibannya, Ibu’ku sudah terhitung beberapa kali menyembuhkan penyakitku. Serius, ga perlu pake obat! Menyembuhkan begitu saja, dengan bagian tubuhnya (bukan kanibalisme lho!). Paling tidak, penyakitku berikut benar-benar telah disembuhkan oleh Ibu’ku:

1. Sakit perut

Dulu, kira-kira masih umur 2 atau 3 tahun, aku pernah menderita perut ”keras”. Istilah Ibu’ begitu sih. Jadi selama sekitar seminggu perutku begitu keras, ga berubah bentuk saat ditekan. Selama itu pula aku sama sekali ga ke belakang. Menurut cerita Ibu’ (soalnya aku ga punya ingatan untuk umur segitu) aku menangis terus (ya iyalah, secara seminggu ga bisa ”keluar”). Akhirnya Ibu’ pontang-panting membawaku ke rumah sakit. Ga tanggung-tanggung, langsung ke rumah sakit umum daerah! Tapi apa kata dokter coba: Putri Ibu tidak menderita penyakit apa pun. Wah, ibuku protes, anak nangis terus, perut keras gitu kok katanya ga sakit?! Maka aku pun di rontgen. Nah, yang ini aku sedikit ingat –mungkin ingatan hanya khusus terbentuk untuk kejadian luar biasa- karena ada bukti otentik hasil rontgen-ku waktu itu dan aku ingat pas disuruh buka baju, lalu menempel ke satu lempengan yang dingin. Setelah di rontgen, sekali lagi dokter menyatakan: Putri Ibu tidak sakit! Sebal, Ibu’ pun pulang ke rumah. Entah siapa yang bilang, pokoknya salah satu tetua (orang sepuh) mengatakan: coba diobati dengan idu dubang (air ludah saat baru bangun tidur, belum kumur-kumur, gosok gigi, atau kegiatan lain; pokoknya yang masih asem-asem itu). Maka dicobalah… dan aku sembuh!! Sembuh begitu saja setelah membuang uang sekian banyak untuk ke RSU. Saat kuliah, penyakitku ini pernah kambuh. Waduh, tersiksa sekali. Ternyata emang beneran sakit (pantes kalo waktu dulu aku nangis terus). Ya sudah, karena tidak mungkin mendapatkan idu dubang Ibu’… eits, jangan salah, aku ga pake idu dubang-ku. Begini, sakitnya itu kan kalo malam sampe keluar keringat dingin… nah, tiap kaosku mulai basah, aku ganti baju. Cara ini bertujuan untuk mencegah masuk angin. Memang jadi repot, tapi lama-lama perutku kembali normal 😀 Alhamdulillah…

2. Gatal-gatal

Sayangnya gatal yang bisa disembuhkan itu bukan gatal karena alergi, tapi gatal karena kena bulu ulat. Biasanya kalau suka maen ke kebun nih! Untuk mengobati gatal ini caranya mudah: gosokkan bagian yang gatal ke rambut Ibu. Seharusnya sih ini berlaku untuk rambut siapa saja, tapi sayangnya dari kecil rambutku selalu dipotong pendek dan 2 penghuni rumah yang lain adalah ayah dan adikku laki (rambutnya lebih pendek lagi dunk). Jadi rambut Ibu’ lah yang jadi korban. Apalagi rambut Ibu’ku tebal dan bergelombang, mantep banget buat dipakai gosok-gosok gitu. Hihihi… Untungnya sekarang sudah ga pernah lagi maen-maen kelayapan ke pekarangan (baca: kebun) atau tegalan.

3. Stres

Bagi teman-teman yang sedang menghadapi masalah… cobalah curhat ke Ibu. Dulu sih aku ga pernah cerita yang aneh-aneh ke Ibu’. Tapi sejak kuliah, gara-gara jauh dari rumah, tiap kali pulang aku selalu menceritakan semua yang kualami ke Ibu’ku. Mulai dari yang benar-benar serius sampai yang benar-benar ga penting. Ternyata Ibu’ dengan setia mau mendengarkan, sesuatu yang dulu tak kusadari. Jadinya, sekarang, kalo lagi ada masalah super berat, aku lebih suka cerita ke Ibu’. Hasilnya: sangat menentramkan dan cerita kita dijamin aman. Kan ga mungkin Ibu kita bakalan cerita ke teman kita kalau kita begini-begitu. Ga mungkin banget! Kalaupun stresnya masih ga ilang, paling nggak, pastilah berkurang… ^_^

Sebenarnya, denger-denger ada lagi satu pengobatan dengan ”memanfaatkan Ibu”. Kalo ga salah, bagi penderita kencing manis, bisa sembuh dengan meminum (maaf) urine dari Ibunya. Tapi, eng, sebaiknya jangan dicoba deh!! (mbayangin aja ngeri)

Oia, tiga penyakit di atas mungkin cuma berlaku untuk kejadian khusus dan orang-orang tertentu. Mungkin juga harus ditambah syarat: ”memakai” ibu masing-masing. Hehehe…

NB: Buat Mbak Endah yang ternyata sudah menugaskan saya dalam Pe-er berantai berikutnya, mohon maaf, saya belum merumuskan apa-apa tentang diri saya. Nanti saja kalau sempat, ya! ^_^

Iklan

6 thoughts on “Ibu=obat (?)

  1. Wah, jadi inget ma Ibuku…
    🙂
    Tapi, Ibuku bukan punya fungsi lain sebagai “tukang obat”, melainkan sebagai “tukang ojek”, “tukang pijet”, “temen shopping”, “temen belajar”, dan masih banyak lagi…
    (secara sejak SMP, boleh dikata aku cuma tinggal berdua dg ibuku, ya ngapa2in cuma ma beliau…)

  2. Mbak fairuz:
    Di keluargaku bagi-bagi tugas sih…
    Tukang ojek: Ayah
    Tukang pijet: Adik
    Temen shopping: ga ada kekhususan, tapi biasaè Ibu’
    Temen belajar: ga ada T-T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s