Tugas Berantai

Ehem…akhirnya kukerjakan juga tugas berantai ini.

1) Tulis nama dan link situs pemberi tugas.
Blog ini dibuat untuk memenuhi tugas dari Eckha (http://cha_chaby.blogs.friendster.com/my_blog/ )
dan juga
Achie (http://vollk_tree87.blogs.friendster.com/achieachie/2008/04/tugas_berantai.html)

2)Tulis (lebih tepatnya copy n paste) peraturan seperti di bawah ini.
1. Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.
4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.

Agak susah juga menulis facts atau habbits. Bingung, karena merasa “kebiasaan” dan “bagaimana sebenarnya diriku” sudah tampak jelas dari luar, ga ada yang ditutup-tutupi. Aku sendiri merasa malu karena terlalu ekspresif, tidak punya rahasia dan tidak bisa jaga imej. Tapi ya sudah, mengingat ini “tugas”, ya kukerjakan saja lah…

Fakta-fakta di balik “kekaleman” (:p) Nur:

1. Aku suka banget segala jenis aves

Kabarnya, kita ga boleh menjadikan masa lalu sebagai alasan. Tapi kenyataannya seperti itu. Ketika aku tidak punya boneka seperti teman-teman lain, aku hanya bisa mengelus-elus ayam. Saat aku tak punya teman bermain, aku hanya bisa curhat ke ayam. Di kalangan tetangga, Nur kecil terkenal sebagai anak yang suka ”ngomong sendiri sama ayam” (mungkin ketidakwarasan otakku sudah tampak dari situ :D). Kalau aku sedih pun, misal lagi putus asa, aku suka ngliatin burung-burung terbang. Aku gemas sekali melihat burung yang cantik atau lucu. Terakhir, obsesif kompulsifku kambuh melihat burung dara di iklan Axis. Lucuuuu sekali!!! (Ada yang punya bros angsa atau apa gitu? Lagi nyari nih… Hehehe)

2. Aku suka sekali hal-hal berbau Jepang

Tak usah dijelaskan, aku seperti ”jatuh cinta” dengan hal yang satu ini. Entah sejak kapan aku jatuh cinta. Yang kuingat, sedari SD aku sudah suka mencari tahu hal-hal tentang Jepang dari Ensiklopedi Indonesia-nya Hassan Sadily. Yang namanya orang jatuh cinta, biasanya punya feeling. Nah, yang ini aku punya cerita. Dulu, SMP-ku di Kabupaten. Sementara rumahku di desa. Entah kenapa aku ngotot minta masuk SMA di kota. Aku mbayangin, kalau nanti bisa sekolah di kota, mungkin aku bisa nemu tempat kursus bahasa Jepang. Maka masuklah aku ke Smunti, yang terkenal dari jaman baheula sebagai SMA jurusan ilmu pasti (dulu nyebutnya SMA B). Tak dinyana, di tahun aku masuk sana, dibukalah ekskul bahasa Jepang. Aneh sekali diantara ekskul KIR dll itu. Pas banget pokoknya. Maka bertemulah aku dengan cintaku (yang berakibat hancurnya bahasa Inggrisku yang sejak awal sudah hancur T-T ”Orang itu harus memilih”…)

3. Penyakit kronis no 1: mudah panik!

Penyakit ini jelek banget deh! Aku orangnya melankolis sejati, yang suka bikin rencana. Jadi kalau ada sesuatu yang berjalan tidak sesuai yang kuharapkan, wah, langsung panik aku. Mana kalau panik suka teriak-teriak ga jelas (lepas kontrol intonasi suara), jadi semua noleh ke aku. Malu-maluin! Sampai sekarang aku belum tahu bagaimana cara menyembuhkannya, atau paling tidak, menguranginya.. T-T

4. Memutuskan di detik terakhir

Agak aneh emang, di satu sisi aku suka bikin rencana, di sisi lain, perbuatanku kebanyakan ga berencana. Hem, susah njelasinnya. Tapi biasanya keputusan besar di hidupku kulakukan dengan kenekatan tanpa berpikir panjang. Misal: memilih tempat sekolah, dsb. Istilah kerennya: mengikuti instuisi. (emang iya?) Justru kalau aku terlalu menggebu-gebu dan berencana sebegitu rumit, akan tidak terlaksana. Jadi, kebiasaan membuat rencana hanya untuk menalangi perbuatan yang sudah pasti, misal: mengerjakan tugas atau pekerjaan lain.

5. Kalo lagi stress: nyanyi-nyanyi ga jelas

Hehehe, yang ini mungkin ga banyak yang tahu kecuali teman seruangan atau teman kos. Sebenarnya, kalau lagi suntuk, Nur biasa nyanyi-nyanyi semua lagu yang aneh-aneh: dari lagu campursari, keroncong, dangdut, pop, J-pop/J-rock, lagu Cina, lagu nasional, lagu-lagu daerah, hingga lagu India! Tapi ya itu, dengan suara yang begitu sumbang karena range vokal terbatas dan benar-benar buta nada. Walhasil, teman seruanganku sering kubuat ikut-ikutan suntuk gara-gara ”terpaksa” ndengerin suaraku. 😀

6. Tidur cepet, bangun cepet

Aku ga bisa begadang. Kecuali kalau dipaksa bisa juga sih, tapi jarang sekali aku begadang. Daripada begadang, aku lebih suka tidur cepet (jam 9 sudah siap-siap tidur) dan bangun pagi-pagi. Sekali lagi menyalahkan masa lalu: pernah suatu saat mau ujian cawu (dulu istilahnya EHB) matpel IPA, eh malamnya listrik mati. Karena belajar pake lampu minyak bikin pusing (remang-remang gitu) akhirnya Ayahku ngasih ide: tidur aja, besok jam setengah tiga belajar. Sejak saat itu, kebiasaan bangun pagi mulai tumbuh, dengan ayahku sebagai alarm (beliau biasa sholat malam sih) Ternyata bangun pagi itu enak banget! (yah, sekarang kalau malasnya timbul kadang suka juga bangun telat. Apalagi kalau lagi ga sholat. Kqkqkq)

7. Brother complex

Aku dua bersaudara. Meski pusat gravitasiku adalah Ibuku, tapi aku ga bisa dipisahkan dari adikku. Mbak kosan lah yang mencapku dengan istilah ini, karena sering sekali aku bercerita dengan antusiasnya tentang adikku. Ehem, akhir-akhir ini aku baru nyadar, kadang aku tertarik seseorang (cowok) dari kemiripannya dengan adikku. Tertarik lho! Bedakan dengan ”suka”. Jadi misal: ni anak manis juga, padahal otaknya biasa-biasa aja. Kenapa aku jadi merhatiin dia ya? Lama-lama baru nyadar, oh, dia kalo senyum mirip banget ma adikku, ada lesung pipinya. Dan contoh-contoh yang lain. Tapi kalo masalah ”suka” sih, itu tergantung ”instuisi” ya… 😀

8. Aku ga bisa beli baju untuk diriku sendiri

Huhuhu, ada yang tahu bagaimana nyembuhinnya? Alih-alih baju, aku jauh lebih mudah mengeluarkan uang untuk buku. Masalah ini sudah sering sekali jadi bahan kemarahan Ibu’ku. Jadi, dari dulu bajuku ya itu-itu saja. Kebanyakan bajuku berupa: baju yang dibelikan Ibu’ku, baju lungsuran Ibu’ku, baju lungsuran Mbak kosku, baju lungsuran Mbak seruanganku, baju kelompok yang terpaksa harus dibeli (misal jaket kelas dll), dan baju yang dibelikan orang. Sementara baju yang pure kubeli sendiri atas inisiatif sendiri, mungkin baru satu atau dua. Bukan berarti ga ada uang, tapi aku merasa tiap kali beli baju sendiri, selalu saja ada yang salah. Entah kekecilan, entah cepet robek, dll. Padahal kan aku sendiri yang milih?! Di sisi lain, aku mudah sekali mengeluarkan uang untuk membeli baju buat adikku. Kalau aku punya uang sisa tinggal 50 ribu, aku lebih suka membelikan baju untuk adikku (karena sadar, dia suka baju). Padahal ”seharusnya” sebagai perempuan, aku lebih peduli terhadap mode. Tapi aku ”belum” bisa. Aduh, gimana solusinya ya??

9. Aku takut menyeberang jalan

Yang ini baru saja aku menyadari. Beberapa waktu lalu, aku menyeberang jalan dengan temanku (perempuan tentu) dan pas menyeberang, tanganku digandengnya. Setelah sampai di seberang, dia bilang ”Nur, tadi tubuhmu kaku sekali!” Hahaha, begitulah, sebenarnya aku takut menyeberang. Mungkin trauma gara-gara beberapa kali hampir tertabrak di jalan depan kantor. Ditambah kematian ”Mas mantan tetangga” (karena aku terhitung sudah 3 kali pindah rumah)- teman masa kecil yang sudah kuanggap kakak kandung- beberapa waktu lalu akibat kecelakaan. Lalu setelah kematian Mas itu, aku diwanti-wanti Ibu’ agar hati-hati menyeberang. Eh, bukannya hati-hati, aku malah jadi takut menyeberang. Apakah ini efek sifat membesar-besarkan masalah? Ga tahu juga. Tapi aku tetep bisa menyeberang sendiri kok. Cuma ya itu, dengan tubuh kaku dan jantung berdebar kencang… hihihi

10. Aku susah mencari teman

Dengan jujur kuakui, kehidupan sosialku agak kacau. Teman bagiku seseorang yang datang dan pergi begitu saja. Terlalu sering kehilangan membuatku jadi kebas dan tak peduli. Mungkin terlalu lama bergaul dengan ayam?? Sebagai akibatnya, aku tidak bisa menunjuk 10 orang lain untuk meneruskan tugas berantai ini. Maafkan aku ya Jeng Endah… ^_^ Maka biarlah tugas ini berakhir di sini.

Iklan

5 thoughts on “Tugas Berantai

  1. mbak, bukannya yg ngasih tugas mbak itu endah. kasih link-nya ya link blognya endah, mbak.

    (^_^)v

    yah, sama ma aku, ga bisa agak susah ga terbiasa beli baju sendiri. lungsuran apaan?

    (^_^)v

  2. Saudara Faris:
    Aku malah berasa ga ngasih link sama sekali tuh… (coba liat lagi, kan ga bisa di-klik tuh). Lagipula link ke Mbak Endah sudah kucantumkan di tulisan terdahulu.

    Lungsuran=baju bekas layak pakai.

    Iya, kamu cowok sih. Tak apalah ga bisa beli baju. Lha aku kan perempuan?!

  3. Nur, jangan takut menyeberang jalan, kan selalu ada aku di sisimu… (halah)

    Ga semua teman akan datang dan pergi begitu saja. Aku kalo mo dateng ke ruanganmu kan minta ijin dulu. Kalo mo pulang, aku juga pamit dulu. 🙂 (halah lagi)

  4. Mbak Fairuz:
    Soal teman, aku dah ikhlas kok Mbak…
    Aku ada tips buat yang takut menyeberang: menyeberanglah saat ada rombongan orang yang mau menyeberang. Hehehe…

  5. Ping-balik: Memiliki Kehilangan « La Dolce Vita!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s