Chrysanthenum

Bagi yang perhatian dengan avatar yang kupakai untuk menanggapi komentar-komentar di blog ini… yup, itulah bunga favoritku: bunga krisan. Chrysanthenum (bhs.Yunani: kuning megah) atau bunga seruni atau bahasa kerennya Golden Flower ini memang menjadi my favorite stuff setelah aves. Hehehe…

Awal jatuh cintaku dengan krisan adalah sejak SMA. Waktu itu ada acara di SMA-ku yang namanya ”Bedhol Desa”. Dalam program ini, semua siswa (beserta guru) tumplek bleg ke salah satu desa terpilih, nginep di rumah penduduk selama 3 hari 2 malam, dan melakukan berbagai kegiatan sosial. Mirip mahasiswa yang lagi KKN (jadi pulangnya juga harus membuat laporan T-T). Pada waktu Bedhol kedua (kelas 3 SMA), desa yang terpilih itu terletak di salah satu lereng gunung di daerah Pasuruan. Lengkap sekali obyek yang bisa dijadikan bahan penulisan. Ada usaha pemerahan susu, perkebunan apel, air terjun yang masih ”perawan”, hingga yang paling menarik: kebun krisan! Itulah untuk pertama kalinya kau pergi ke perkebunan bunga. Yang terpikir waktu itu, ”Indah sekali, bagai di surga!” (padahal pastinya di surga ga ada tanah becek-becek gitu… hihihi)

Pulang dari sana, aku bawa sekitar 3 pohon krisan yang warna kelopaknya berbeda-beda. Tapi dasar masih bodoh, aku ga tahu kalau krisan berpohon tinggi (tinggi atau panjang sih?) itu adalah jenis krisan potong yang hanya sekali berbunga sudah itu mati. Saat aku sedih sekali melihat krisan itu mati, Ibu’ malah nyeletuk dengan enteng, ”Halah, bunga kaya gitu aja, banyak di sini…” Wohoho, ajaibnya Ibu’ku. Padahal daerahku adalah daerah panas yang ga mungkin cocok untuk pertumbuhan bunga-bunga cantik namun rapuh seperti itu. Apalagi setahuku, krisan berasal dari Cina. Jadi tidak mungkin bunga eksklusif seperti itu bisa tumbuh di tempat sembarangan. Maka untuk membuktikan ucapannya, suatu hari Ibu’ku membawa bibit bunga yang mirip krisan. Awalnya aku tidak percaya, ”Ni krisan tapi kok batangnya ga panjang, ga bisa tegak, cenderung menjulur di tanah” Ternyata memang itu jenis krisan yang sudah lama sekali beradaptasi dengan iklim Indonesia. Berbunga majemuk dengan kelopak bertumpuk-tumpuk, warnanya putih, dan kalau bunganya mekar indah sekali, mirip gambar di avatarku itu. Aku menyebutnya jenis krisan kebun.

Sebenarnya selain krisan untuk bunga potong dan si krisan kebun, adapula jenis krisan pot. Yang ini sering kita temukan dijadikan dekor atau penghias panggung. ^_^

Jadi, beberapa keistimewaan krisan bagiku:

1. Bunga yang cantik tapi murah

Hehehe, cocok denganku yang agak-agak pelit. Harga krisan jauh lebih murah daripada mawar, tapi cantiknya ga kalah dengan mawar.

2. Bunga yang serbaguna

Mulai dari dekor panggung, penghias pelaminan, dirangkai di papan ucapan selamat, dijadikan karangan bunga mulai dari buket hingga karangan bunga untuk pemakaman. Krisan hampir selalu ada dimana-mana. (Jadi inget buket bunga di lobby kantor yang selalu menyelipkan krisan di dalamnya. Bahkan terkadang pure krisan dengan berbagai warna. Kawaiiii… Tiap hari bisa menikmati keindahan krisan secara gratis ^_^ Sayang, deket pos satpam, jadi ga bisa kalau pengin ”nyuri” barang setangkai aja… T-T) Eh, ada teh Chrysanthenum juga, tapi sampai sekarang aku belum pernah meminumnya.

Gara-gara tergila-gila ke krisan, waktu di SMA aku sampai pakai cologne yang beraroma krisan (waktu itu sih merknya Putri splash cologne). Tapi setelah menyadari bahwa baunya sebenarnya terlalu menyengat, akhirnya aku relakan juga meninggalkannya.

Sampai saat ini, film yang terkait dengan krisan yang pernah kutonton adalah ”The Curse of Golden Flower”. Filmnya Pak Chow Yun Fat itu keren banget. Intrik yang rumit dan kekejaman yang indah. Tapi ngeri juga mbayangin seorang ayah mencambuki putranya sendiri sampai mati dan 10.000 ribu orang dibantai dalam satu malam! Jadi, yang ga suka liat ”kekejian” kaya gitu, disarankan jangan nonton.

Dan akhirnya aku baru tahu(telat banget seh), krisan adalah simbol kekaisaran Jepang, dengan nama resmi Queen of the East. Pas banget kan?! 😀

Iklan

3 thoughts on “Chrysanthenum

  1. Ping-balik: Kebetulan « Cahaya Rembulan Usai Hari Hujan

  2. ah baru baca postingan yang ini..iyah yah bedhol desa di situ menyenangkan sekaliiiiiii…dan splash cologne merk putri beraroma bunga krisan aku juga pernah pake tapi ya ampun gak kuat ma baunya yang terlalu nyegrak…duh kangen masa-masa SMA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s