Selamat…

Hari Sabtu malam minggu kemarin aku menginap di kostan Ncep. Untunglah Ncit –teman sekamar Ncep- sedang pulang kampung, jadi aku bisa tidur di sana. Eh, kami bukan mau Pajama’s Party kok! (halah, pajama… bilang aja daster!^_^) Tujuanku menginap di sana adalah demi niatan mulia: nebeng nonton final Piala Uber. (yaelah, masih jaman ya, numpang nonton TV ke tetangga??)

Dan akhirnya, setelah perjuangan keras, Indonesia hanya mampu meraih medali perak. Tapi tak apa. Para Srikandi Pertiwi itu telah berjuang sepenuh tenaga, hingga mampu melampaui target. Salut dan terima kasih buat Maria Kristin, Liliana-Vita, dan Firdasari. Mereka seolah menjadi simbol kebangkitan pebulu tangkis wanita yang selama ini dianggap terpuruk. Hidup wanita! (lah, ga nyambung)

Seorang kawanku dalam sms-nya bilang:

Wah, mangkane kalah. Kowe nonton seh…

Biasanya sih, memang kalau aku nonton tim kesayanganku bertanding, seringnya tim itu malah kalah. Huhuhu, semoga kekalahan tim Uber bukan karena aku tonton T-T

Yang sempat aku perhatikan kemarin adalah para suporter. Wuih, meriah sekali! Tapi sayang, saat pemain agak kendor, suporter juga ikut ga bersemangat. Saat pemain ganda bertanding –yang merupakan pertandingan paling seru dalam rangkaian itu-, bahkan Pak Menpora sempat mengangkat tangan dan berdoa. Tapi saat kedudukan sudah 2-0, kebanyakan penonton mulai diam. Permainan Firdasari terkesan “sepi” dari teriakan. Padahal fungsi suporter adalah men-suport, memberi semangat. Aku jadi ingat cerita adikku (karena aku ga liat sendiri bagaimana nyatanya), waktu Arema terdegradasi dari liga utama, justru stadion Gajayana semakin penuh dengan Aremania. Dan dengan dukungan tinggi semacam itu, Arema kembali masuk ke liga utama. Itulah bentuk sumbangsih Aremania –kelompok suporter yang pernah menjadi suporter terbaik se-Indonesia- bagi tim kesayangan mereka. Mereka tidak meninggalkan pahlawan mereka saat pahlawan itu terpuruk! (wah, subyektif ya contohnya, mentang-mentang penulis juga termasuk Arek kabupaten Malang ^_^)

Ah, sudahlah. Kapan ya, bisa beli TV sendiri? Perlu ga sih? Kata kawanku, “Mangkane, tuku TV lah Nur. Ojo nemen-nemen lek nabung 😛 Wis dadi pegawai ae lho.” Hehehe, orang-orang terdekatku memintaku untuk “lebih konsumtif”. Yah, gimana ya? Tanpa disuruh pun, aku sudah konsumtif kok!

Iklan

2 thoughts on “Selamat…

  1. jadi inget pas malem final uber itu. ngegangguin anak-anak gadis yg lagi asik nonton uber. hwehehe… emang dasar berbakat jadi playboy aku, yah. //jadi playboy kok bangga//

    (^_^)v

    ga usah beli tv, mbak. beli PC aja. nt pasangin tv tuner.

    (^_^)v

    bulan depan, mbak. bulan depan! kita kaya mendadak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s