Persimmon

Apakah Anda seorang pegawai yang terbiasa duduk berlama-lama di depan komputer, bekerja di bawah AC, dan rentan terhadap serangan radikal bebas? Jika iya, maka sekaranglah saatnya untuk melindungi dan menyehatkan diri dengan makanan murah, enak, dan berkhasiat: KESEMEK!!

Hehehe, ndenger namanya jadi langsung ‘gubrak’ gitu ya? Aku memang lagi tergila-gila ma buah yang satu ini. Padahal sampai lulus kuliah pun, aku tidak pernah makan kesemek. Pernah dengar namanya, tapi bentuknya masih belum bisa ngebayangin, plus ga tau kalau buah berbedak putih yang sering dijual di pasar tradisional itulah yang bernama kesemek! Suatu hari saat jalan-jalan ke Carrefour dengan temenku, aku melihat buah unik berwarna oranye yang ”manis” sekali kelihatannya di jajaran buah-buah impor. Nama yang tertera adalah persimmon. Berhubung ga ngerti bahasa Inggris, aku ngira itu buah dari Korea (yah, kedengaran kaya bahasa Korea aja). Wah, ni pasti ga ada di Indonesia yang kaya gini. Waktu itu dengan niat nyobain, aku cuma beli dua. Eh, ternyata rasanya enak. Krenyes-krenyes dan manis gitu. Kata temenku, ”Itu kan kesemek, buah kesukaan Nobita”. Hohoho, baru tau kalo kesemek ternyata cantik seperti itu (kan dari namanya ga banget kayanya ^_^) Tapi sayangnya tiap kali aku mencoba nyari ke Carrefour lagi, aku tak pernah bersua dengannya.

Lalu beberapa minggu lalu, aku menemukan potongan buah berbentuk dan berasa aneh di rujak buah yang dimakan rame-rame di kantor. Mbak Rosa bilang, ”Ya itu kesemek…” Oh, aku hampir melupakannya! Setelah itu, aku memberanikan diri membeli kesemek di pasar. Ternyata: harganya cuma Rp 4.000,- per kilogram! Murah sekali! Aku beli setengah kilo, cuma Rp 2.000,- dan mendapat 5 buah kesemek segar. Wah, buah murah nih. Tapi aku penasaran, ”Tidak selamanya murah berarti tidak berkualitas”. Dilihat dari warna oranyenya: harusnya tinggi vitamin A. Dilihat dari rasa krenyes-krenyesnya: harusnya tinggi serat. Dilihat dari harganya: harusnya menyehatkan kantong. Kqkqkq….

Maka aku pun bertanya ke Mbah Google dan mendapat beberapa situs menarik. Ternyata dugaanku ga salah. Menurut Pak Budi Sutomo, bangsa Yunani sampai menjulukinya sebagai ‘food of the God’ alias ‘makanan para dewa’ saking tingginya gizi yang dikandung. Kandungan vitamin A buah kesemek (Diospiros kaki) hampir 18 kali lebih banyak jika dibandingkan dengan jeruk manis. Seperti diketahui, vitamin A baik untuk kesehatan mata. Menurut Mbak Ina, jika dibandingkan dengan apel, dengan harga yang jauh lebih murah, kesemek mengandung vitamin C dan vitamin E hampir 3 kali lebih tinggi! Vitamin C berguna untuk menjaga kesegaran kulit yang berlama-lama berada di ruang ber-AC, sementara vitamin E untuk regenerasi kulit. Kesemek juga kaya akan mineral-mineral penting seperti kalsium, fosfor, zinc. Kandungan seratnya bagus buat mencegah konstipasi (dan ancaman wasir) bagi pegawai yang jarang gerak dan kerjanya harus duduk terus seharian. Masih kurang? Kesemek punya karotenoid yang penting untuk menangkal penyakit-penyakit degeneratif yang disebabkan oleh radikal bebas seperti kanker. Sst, kabarnya di Okayama, tempat asal kesemek di Jepang sono, banyak ditemukan para lanjut usia mencapai umur 100-an karena sering mengkonsumsi kesemek yang kaya akan senyawa antioksidan beta karoten ini. Ok’s bangetz deh!

Usut punya usut, ternyata Malang -kotaku yang tersayang- memiliki sentra produksi kesemek di Junggo-Batu dan Tirtoyudo. (Malu-maluin, ga tahu komoditas daerah sendiri :P) Bahkan kesemek dusun Junggo sudah diekspor ke Singapura, Thailand, dan Korea. (Lha aku selama di Malang kok ga pernah makan ya? Yang salah siapa ini?) Selain di sana, kabarnya kesemek juga diproduksi di Berastagi, Toba, Garut, dan Ciloto.

Jadi, yuk, kita cintai produk dalam negeri! ^_^

Iklan

7 thoughts on “Persimmon

  1. Mbak Fairuz:
    Iya, ternyata dengan tampang seperti itu, dia cukup kaya gizi… Tomat juga bagus, tapi aku ga mau selingkuh ma tomat ah… 😀

    Saudara Faris:
    Iya, ganjen karena wajib berbedak buat ngurangin zat tanin yang bikin sepet itu. Agak susah ditemuin emang, jarang ada yang tertarik buat mengembangkan. Jadi sedih…

  2. Ping-balik: Buah Terkutuk « “Fairuz”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s