Antara Krisan, White Chocolate, dan Hujan

Menyebut namanya, seperti menyapa salju, seperti mengundang kekuatan, seperti memanggil angin…

Dia dingin seperti salju, juga putih sesuci tampaknya, turun dalam kemurnian sejati yang tak ternoda.
Dia kuat seperti bambu, meliuk menahan takdir hidup yang menimpa. Wajah yang selalu tersenyum meski banyak beban di pundaknya.
Dia adalah angin, yang seringkali semilir berhembus dalam sepiku…

Bukan maksud berpuisi. Nur kan bukan tipe cewek romantis!

Kalau di lagunya Mbak Utada Hikaru itu: Atarashii uta, utaeru made…. Begitulah kenyataannya. Masih juga krisan, white chocolate, dan hujan, membuatku teringat pada seseorang yang sudah berbilang tahun tak pernah lagi kusua. Sempat mencari lewat internet, hanya kudapati berita bahwa proposal penelitiannya berhasil disetujui untuk mendapatkan beasiswa. Itu pun masih data tahun 2006. Tak ada email, tak ada friendster. Mungkin karena sampai saat ini hatiku masih kosong, belum ada yang mengisi, sehingga masih juga namanya yang tersebut? Entahlah.

Krisan di lobby, coklat yang kumakan kemarin, awan mendung menjelang hujan, dan dingin yang kurasakan saat ini. Ah, kenapa aku kembali memanggil namanya? Padahal belum pasti juga, dialah “cinta sejatiku”.

Atashi no suteki na koi, doko ni arimasuka?

Iklan

11 thoughts on “Antara Krisan, White Chocolate, dan Hujan

  1. Nur menulis: Atashi no suteki na koi, doko ni arimasuka?

    wah, salah tuh kalimatnya.
    kalau untuk orang, ngga pakai arimasu, tapi pakai imasu.
    terus kalau untuk benda, baru pakai arimasu, ngga pakai imasu.
    terus kalau untuk nasi goreng, ngga pakai tomat, pakai telur dadar aja.
    ** loh, kok jadi mesen makanan? hehehe **

  2. Mbak Fairuz:
    Wah wah, hebat sekali diriku, dalam satu waktu hem.. 4 cowok sekaligus?
    Padahal rekorku sampai saat ini adalah tidak pernah pacaran.. boro-boro deh, “ditembak” aja kagak pernah… kqkqkqkq 😀

    Kucingpemalu:
    emm.. maksudnya sih sutekina koi=cinta sejati. Jadi karena saya pikir itu “benda”, jadinya saya pake “aru”
    *** Sayangnya di sini ga ada nasi goreng, adanya minuman segar dan berbagai buah bergizi. Mau pesan yang mana? ^_^ ***

  3. Dhianofie:
    Hehehe, lam kenal juga…
    ***masih kepikiran, disebut “pinter” darimananya ya?!***

    Hanggadamai:
    Woo, harus tetap semangat dunk Mas…
    (kemaren itu cuma lagi melow aja kok! ^_^)

  4. Ping-balik: Musashi (1) « La Dolce Vita!

  5. Ping-balik: My First Love | Cahaya Rembulan Usai Hari Hujan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s