Satgas

Kalau mendengar kata “satgas”, yang terbayang dibenakku adalah satgas parpol. Bertampang seram dan berseragam sesuai warna bendera masing-masing partai. Jadi familiar dengan kata satgas soalnya dulu, ayahku yang PNS pernah juga diangkat menjadi satgas satu partai milik Pemerintah di era 90-an itu. Hehehe…

Di suatu sore yang tenang dan cerah, Esti dari bagian TU tiba-tiba datang ke ruangan: “Mbak, ada surat tugas”. Kupikir surat tugas buat pegawai lain. Eh, dia ternyata menyodorkannya kepadaku: “Buat Mbak Nur.” Walah, ST dari Kepala Biro?! (Atasan tertinggi ketiga setelah Bu Menteri) Untukku yang baru 8 bulan bekerja ini? Pada Nota Dinas yang terlampir aku membaca perihal: Susunan dan Jadwal Tim Satuan Tugas Pengawasan Penghematan Energi Listrik, Air, dan Telepon Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan. Wow, aku jadi satgas!!

Ternyata dari bagianku, yang tertunjuk menjadi satgas selain diriku adalah Mas Harry (senior). Rincian tugas yang menjadi kewajiban kami adalah:
1. Mengawasi penggunaan air, listrik, telepon, dan BBM di lingkungan Biro Organta;
2. Menggunakan lampu untuk penerangan ruang kerja seperlunya/ sehemat mungkin. Ruang kerja yang mendapat sinar matahari diusahakan tidak menggunakan penerangan dengan lampu listrik;
3. Mematikan lampu dan komputer yang tidak digunakan;
4. Menggunakan air seperlunya;
5. Menutup kran apabila ada yang lupa menutupnya;
6. Mengawasi penggunaan telepon kantor, telepon kantor hanya digunakan untuk keperluan dinas;
7. Mengawasi penggunaan BBM atas beban DIPA, penggunaan BBM atas beban DIPA hanya diperuntukkan untuk keperluan dinas.
Yang bikin ketawa, diantara semua anggota tim (berdelapan), akulah satu-satunya satgas cewek! Waduh, ada yang lupa kalau aku cewek?! Atau memang sengaja? Yah, sudahlah. Mungkin darah satgas mengalir di tubuhku. Kqkqkqkq…. Untungnya, satgas yang ini ga perlu make seragam. 😀

Dengar-dengar, kebijakan membentuk tim satgas merupakan suatu bentuk kepedulian terhadap global warming (buntut dari Global Warming Summit di Bali kemaren) sekaligus untuk menghemat energi (ngirit ki ceritanè…) Terimakasih buat warga Biro Humas yang sudah menggembar-gemborkan pentingnya penghematan energi sehingga keluarlah kebijakan yang keren ini.

Aku sih, senang-senang saja. Entah kenapa sejak Hari Bumi kemarin, aku memang tertarik banget buat mendukung suksesnya gerakan ”Penyelamatan Bumi”. Selama ini aku suka datang awal-awal sehingga pekerjaan pertama setelah membuka pintu adalah menyalakan lampu. Mungkin karena aku terlihat care dengan penggunaan lampu di ruangan (pernah ”sedikit” berdebat dengan Kepala Bagian karena aku mematikan 5 buah lampu di ruangan) sehingga aku akhirnya ditunjuk menjadi satgas. Alhamdulillah, dengan adanya surat tugas ini, aku lebih punya kewenangan untuk mematikan lampu ataupun komputer yang sedang tidak dipergunakan.

Tapi ternyata ”jiwa satgas” jadi kebawa kemana-mana. Ketika berkesempatan nginep di sebuah hotel di kawasan Pecenongan kemarin, aku yang melihat banyak sekali lampu menyala siang-siang (di depan setiap pintu ada lampu, dan di setiap lorong entah berapa banyak lampu kecil-kecil yang menyala) tanpa sadar nyeletuk ke Kasubbag: Wah, ini pasti karena ga ada satgas-nya ya Bu… Hehehehe. Tapi serius, jadi gemas sekali! Misal di kamar tidur, ada sekitar 4 buah lampu dalam kap dan satu lampu atas. Aku iseng melongok ke salah satu kap. Terbaca di sana: 40 watt. Ya ampun, jadi dalam 1 kamar saja, berapa watt yang dihabiskan buat penerangan?? Ah, pantaslah nginep di hotel itu mahal! Jadi buat para arsitek, bisa ga dibuat sistem lighting yang bagus tapi tetap hemat energi?

Sebaliknya, aku juga jadi pengin protes ke salah satu surat kabar ibu kota yang kubaca beberapa hari lalu. Di pojok kiri bawah, terpampang foto kecil yang menampakkan sebuah lorong. Lorong itu sempit memanjang, tanpa jendela di kanan kiri, hanya lubang angin kecil di bagian atas. Teks di bawah foto menerangkan bahwa foto diambil di kantor Pemkot Bekasi. Ditulis bahwa ”di saat krisis energi, aparat Pemerintah malah menyia-nyiakan energi”. Padahal, jelas-jelas tampak di foto bahwa lampu yang ada hanya sebagian saja yang dinyalakan. Kalau dimatiin semua, pastinya lorong sempit itu akan gelap gulita. Hemat sih hemat, tapi kan ya tetap rasional! Pemerintah sudah mencoba berhemat, tetap saja diprotes. Bikin emosi aja. (Sabar Nur, sabar…)

Iklan

11 thoughts on “Satgas

  1. wah nomer 5 tuh, kudu sering2 ke toilet dong. 😆

    => Iya..mungkin itu juga pertimbangan kenapa aku yang dipilih.
    1. Nur sering sekali pergi ke toilet;
    2. Kalo semua satgas-nya cowok, yang mau masuk toilet cewek siapa dunk?

    ^_^

  2. uwâw…

    mbak nur jadi satgas? hohoho.

    (^_^)v

    tapi kok masih bisa ngeblog di kantor, mbak?

    => Saudara Faris ga ditunjuk emang?
    Hehehe, kan nge-blog bisa disambi kerja… **ngeles deh**
    Lagian ga ada larangan nge-blog di kantor tuh.. ^_^

  3. hohohohoho.. keren.. jadi satu-satunya wanitaaaaa.. :mrgreen:

    => Iya, jadi yang paling cantik deh… hihihihi 😀
    Tapi ga tau juga kalo masa tugasku habis, bakalan ada satgas cewek lagi apa nggak.

  4. waah, tugasnya unik…
    keren, deh…
    di sini juga sama, sering matiin lampu, ac, ama komputer yang nganggur.
    tapi bukan karena satgas
    emang udah kebiasaan dari dulu di rumah.
    ampe-ampe dijuluki malaikat maut, karena suka matiin sana-sini.
    ** kok jadi curhat sih, hehehe **

    =>Iya, saya juga kebiasaan dari kecil (dibiasain ma Ibu)
    Pertamakali nginep di hotel dulu, kalau keluar dari kamar mandi, suka matiin lampu. Trus ditegur ma Mbak sekamar, “Ga usah matiin lampunya, kan udah dibayar”. Tapi saya ga enak aja (plus reflek juga matiinnya).
    **lah, jadi curhat juga?! ^_^**

  5. Ping-balik: Hagemaru’s Tips | Hikari no Monogatari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s