Memiliki Kehilangan

Entah kenapa, akhir-akhir ini aku banyak sekali kehilangan.

#1

Bulan Juli lalu, karena mendapat kelebihan rezeki, aku berinisiatif membelikan HP buat Adikku. Mengingat anak SMA sekarang rata-rata sudah punya HP (anak SD aja dah pegang kok!), aku merasa kasihan padanya. Waktu menerimanya, dia senang sekali. Sampe dielus-elus, dikelonin kaya ngelonin kucing. Mwehehe. Melihat adikku senang, aku jadi bahagia.

Minggu, 3 Agustus 2008, pukul 10.00 malam, tiba-tiba Ibu’ku telpon. Beliau bilang, Aziz belum juga pulang. Pamitnya sih mau menghadiri ultah temennya di kota Malang, tapi sampai detik itu belum pulang dan HP-nya ga bisa dihubungi. Karena udah setengah ngantuk, aku cuma bilang, “Ah, anak laki Bu…biasa pulang malam. Ditunggu aja…”. Tapi setelah telpon ditutup, kantukku hilang dan berganti panik. Aku segera menghubungi satu-satunya nomor teman adikku yang kupunya. Tiga kali menelpon, gagal terus. Akhirnya bisa nyambung pukul setengah dua belas. “Kalian kemana sih?”. Si Doni, temen adikku itu, menjawab kalo mereka habis nonton konser Nidji di Lapangan Rampal. Aku langsung pengin marah. Berarti adikku telah berbohong ke Ibu’. Tapi karena ngantuk banget, aku pikir besok aja deh marah-marahnya.

Karena Senin adalah waktu untuk berangkat pagi-pagi, aku lupa dengan keinginanku untuk memarahi adikku. Namun siang itu, ternyata Ibu’ku telpon lagi. “Ibu cuma mau bilang, HP adikmu ilang…” Lho, kok iso sè? Kok bisa? Belum ada sebulan gitu! Tapi entah kenapa waktu itu aku ga bisa emosi (ya masak mo marah-marah di kantor?) Ternyata adikku kecopetan pas di konser. Masih untung dompet berisi SIM dan STNK ga ikutan ilang. Mungkin itu sebabnya dia ga berani pulang.

“Hiks, Mbak Diyah, sepuranè…huhuhu!” Aku tertegun. Wah, adikku yang udah kelas 3 SMA bisa nangis sesenggukan kaya gitu? Pasti dia merasa bersalah sekali. Dan selama percakapan itu, dia terus nangis kaya gitu. Aku jadi ga tega marah-marah, malah jadinya ketawa-ketawa. “Itu karmamu karena berbohong ke Ibu’”, kataku menahan sebal.

Habis telpon ditutup dan setelah capek ketawa, aku baru terhenyak… tu HP seharga 5 digit rupiah, hampir 6. Hiks, banyak juga ternyata. T-T

#2

Jumat, 8 Agustus 2008, pagi-pagi aku telpon ke rumah, yang ngangkat adikku. “Eh, Ziz, kok aku mimpi pup ya?” Mwehehe…kalo di budaya Jawa, mimpi BAB itu sering diartiin bakal kehilangan. “Mau kehilangan apa ya?”, tanyaku khawatir. Tapi… masak yang begituan mesti dipercaya? Mungkin malem itu perutku mules, jadi mimpi aneh-aneh.

Pagi, aku berangkat ke kantor seperti biasa. Nothing happened. Siang, pas mau keluar nganterin Ncep ke Kwitang, tiba-tiba ada sms:

IM3 Info: Anda menerima SMS SUARA dari nomor 085696081078. Untuk mendengarkan silahkan Hubungi/Tekan:*123*3*5*085696081078*12345# lalu Ok/Yes/Call (Gratis)

Karena keburu-buru, aku sama sekali tidak curiga. Padahal aku tidak kenal nomor tersebut dan sender-nya adalah nomor itu sendiri. Aku langsung aja meng-call sederet nomor yang diminta. Begitu melakukannya, aku mendapat service replay yang berbunyi: konten sedang dikirim. Waktu itu aku berpikir, “Oh, sedang dikirim? Ya sudah, tar aja deh, ndengerinnya”

Sampai malam, aku masih belum menyadari kebodohanku. Pas mau tidur, aku baru ingat dengan sms itu. Karena masih penasaran, aku ulang lagi langkah meng-call sederet nomor tersebut. Dapet service replay lagi berbunyi sama, lalu aku tidur. Keesokan paginya (pagi ya? masih pukul 3 perasaan) aku liat HP dan mendapat penjelasan dari nomor 151: Maaf, Kamu diperbolehkan mentransfer pulsa selama sisa pulsa setelah transfer lebih dari Rp 10rb. Sedetik.. dua detik.. lho, kapan aku transfer pulsa? Deg, aku langsung cek pulsa. Sisa 20 ribu. Padahal kemarin masih sekitar 30 ribu. Aku baru nyadar: Astaghfirullah, aku ditipu? Naluriku langsung mengecek ke *123#. Di I-menu, kutemukan disana bahwa pilihan nomor 3 adalah isi pulsa. Tanpa membuka menu selanjutnya pun, bisa diduga kalo angka 5 adalah transfer pulsa. Oh tidak!! Buhuhu, aku telah kehilangan pulsa sebanyak Rp 12.345,-

Jadi, entah nomor siapa itu (sampe sekarang aku males menghubungi, sudahlah, yang bodoh kan aku) memilih angka 12345 agar si penerima sms tidak sadar bahwa itu adalah nominal pulsa. T-T

#3

Sabtu, 9 Agustus 2008, seorang temanku mengatakan bahwa bakalan ada ketemuan teman-teman SMA (Smuntiers) yang ada di Jakarta. Pertemuan diadakan di Solaria Plasa Semanggi, di lantai 10. Karena selama ini ga pernah bisa dateng ke reunian dan karena tidak ada kerjaan lain, lagipula tempatnya di Plangi (aku belum pernah kesana), aku jadi semangat untuk menghadirinya.

Aku nyampe Plangi pukul setengah 11 tepat sesuai jadwal. Namun karena sekali lagi belum pernah kesana, pas sudah masuk lift, aku bingung, “Lho, kok ga ada pilihan lantai 10?”. Hoho, setelah nanya ke dua orang mbak-mbak dan satu orang satpam, aku akhirnya bisa menemukan lift yang melayani lantai 10. Di lantai 10 pun, aku masih perlu bertanya lagi ke satpam letak Solaria, padahal Solarianya sendiri sudah kliatan jelas. Ah, dasar udik.

Sayangnya, meski diembel-embeli “pertemuan Smuntiers” –dimana itu berarti adalah teman seangkatan yang jumlahnya bisa puluhan-, ternyata yang datang hanya 4 orang (sudah termasuk aku). Tapi gapapa, lumayan menyenangkan karena 2 diantaranya adalah teman yang sudah 4 tahun tak pernah kusua. Karena cuma berempat dan memang ga ada acara resmi, jadinya inti acara itu makan-makan sambil meng-up date gosip. Mwehehe.

Dan disanalah puncaknya, ketika salah satu temenku menceritakan orang ini. Kata orang di dunia ini tidak ada yang abadi kecuali perubahan. Kenyataan yang pahit harus kuhadapi saat mengetahui bahwa orang itu sudah berubah. Dia tidak lagi seindah gambaran dalam pikiranku selama 4 tahun terakhir. Dia telah berubah, menjadi orang yang kini sama sekali tak ingin kutemui. Mungkin waktu menulis ini, aku sekaligus meramalkan masa depanku. Entahlah. Singkat kata, aku kehilangan harapan yang telah kujaga selama 4 tahun. Herannya, meski kecewa berat, aku tidak bisa menangis. (Bahkan aku tidak bisa menulis dengan baik “kehilangan”ku yang satu ini). Sudahlah. Gambarou!!

#4

Minggu, 10 Agustus 2008, aku pergi ke ITC bersama Ncep. Niatnya sih mau beli baju, tapi ternyata seperti biasa, Nur ga bisa beli baju buat diri sendiri. Jadinya malah beli baju buat ayah ma ibu. Sehabis sholat dhuhur, karena sudah jenuh sekali, aku ajak Ncep ke Carrefour. Di depan Carrefour, aku baru sadar, duitku hampir habis. Kurogoh saku rokku, isinya hanya HP dan selembar 20 ribuan. Kami pun pergi ke ATM Bank Mandiri dekat Gramedia untuk mengambil uang. Mesin ATM di situ letaknya terbuka, tidak berada dalam boks tertutup.

Aku masukkan kartu, memilih pengambilan 100 ribu, dan memilih untuk mencetak tanda terima, kemudia menunggu. Keluar tulisan berisi pilihan, melanjutkan transaksi atau tidak. Aku pilih tidak. Tapi lho kok, ga bisa dipencet? Lho kok, duitku ga keluar? Waduh, panik mode on. Lalu ATM itu mulai bernyanyi nit..nit..nit.. Alarmnya berbunyi. Dalam kepanikan, aku memanggil Ncep, “Sep, kartuku ga bisa ditarik!” teriakku. Bapak-bapak disebelahku dengan tampang bete memandangku trus berkata dengan sebal, “Duitnya diambil dulu Mbak!”. Oalah, karena terhalang lekukan mesin, aku ga liat kalo uang tersebut sudah keluar. Dengan malu, aku ngeloyor pergi.

Belanja di Carrefour, ternyata aku habis 16 ribu saja. Waktu aku menyodorkan uang 50 ribu, Mbak Kasir –kebetulan dapet kasir yang agak lemot- bilang, “Ada 20 ribuan Mbak?”. Aku langsung teringat uang 20 ribu di saku rokku. Kurogoh saku dan kukeluarkan HP, trus kucari lagi…lho, kok ga ada? Dengan panik (lagi) kurogoh saku berulang kali, tetap hasilnya nihil. Aku memandang Ncep dengan pucat, lalu terbata, “Sep, duitku ilang…” Sebalnya, waktu aku bilang bahwa ternyata 20an-nya ga ada, Mbak Kasir itu masih ngotot. “Dua puluhan aja Mbak”. Saking gemesnya, aku sampe sedikit membentak, “Iya Mbak, ga ada. Tadi ada tapi sekarang ga ada!!”. Ah, jadi bete seharian.

Sepertinya, uang 20 ribu itu jatuh pas aku panik di depan ATM tadi. T-T

Kesimpulan: Sepertinya aku kurang amal…

NB: Mohon maaf buat Letto, judul lagunya kubajak di sini ^^

Iklan

10 thoughts on “Memiliki Kehilangan

  1. wah, ada apa dengan Nur?
    ati-ati ya Nur.
    selalu dalam keadaan tenang dan positif thinking, supaya ngga ketimpa kemalangan.
    terus,
    panjang amat postingannya, tadinya mau mampir bentar, akhirnya jadi overtime…kekekeke
    *canda, kok*

    => Sepertinya emang lagi diuji kesabaran (habis pengajian, katanya bulan Sya’ban tu waktunya kita di”audit”, mwehehe)
    Panjang ya Puss? Muuph, up date kejadian selama 4 hari sih… ^^

  2. I am Sorry to hear that news ya Nur…

    iya kali Nur kurang amal ya, hayu atuh amal aja ke mesjid al amin yang samping Itjen itu, secara masjidnya kan lagi mau direnovasi… he he he

    oya Plangi Sky Dinning di Plaza Semanggi ya… aku pnah kesana malam hari, what a beautiful place in the night harga makanannya juga gak mahal2 banget
    jadi pengen ksana lagi….

  3. @Kang Pandoe:
    Hiks, makasih…
    Idenya bagus juga..
    Sepertinya begitu, tapi sayang kemaren Nur kesananya siang2, jadi yang kerasa malah panas+silau (Jakarta lagi senang2nya “membara”) ^^

    @Mas Hangga:
    Iya, sabar…sabar…
    ^^

  4. kl malem lbh cakep dsna. enak, nyaman. palagi kl ditraktir makan. hwehe…

    (^_^)v

    keknya kauberi kotak buatku itu ga ikhlas, ya? hoho.

    => Hmm… mau ga nraktir aku di sana malam-malam?! (hush, Nur ngaco aja!) :mrgreen:

    Apanya yang ga ikhlas? Itu sebelum semua kejadian ini kok!

  5. dnegan kehilangan kita mendapat pelajaran yaitu belajar ikhlas dan belajar mengerti jadi kehilangan bisa menjadi keuntungan buat kita… kecuali kehilangan iman

    => Belajar ikhlas, itu yang paling berasa. Apalagi untuk “kehilangan yang nomor tiga” itu. 😦
    Semoga aku tak pernah “kehilangan iman” ^^

  6. Ping-balik: Penipuan Via SMS « C’est Moi!

  7. …Dia tidak lagi seindah gambaran dalam pikiranku selama 4 tahun terakhir. Dia telah berubah, menjadi orang yang kini sama sekali tak ingin kutemui. Mungkin waktu menulis ini, aku sekaligus meramalkan masa depanku. Entahlah. Singkat kata, aku kehilangan harapan yang telah kujaga selama 4 tahun…

    baru empat tahun, nur. bersabarlah ya nak. banyak orang mengatakan bahwa jodoh itu ga akan kemana.

    => Maksudmu kamu nyaranin aku untuk tetap menunggunya gitu? @_@

  8. posting yang bagus…kalau ini asli berarti anda memang berbakat dalam menulis…di tunggun yang selanjutnya ya

    => 😛 Jarang2 saya dipuji kaya gini. Karena jarang2 tulisan saya bermutu. Hehehe… Terimakasih, saya sangat menghargainya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s