Sekedar Omong-omong, Setelah Akhirnya Aku Bisa On-line Lagi

“Di dalam keramaian aku masih merasa sepi…”
Itulah selarik kalimat dalam lagu milik Dewa (hm, Dewa apa Dewa 19 sih?) yang beberapa hari lalu suka berdenging di telingaku.

Dan di bawah ini dua puisi (ntahlah, mau disebut puisi atau tulisan ngaco) yang kutulis selama kegiatan arisan Dharmawanita di biroku. Karena aku merasa sepi di tengah keramaian ibu-ibu itu.

***

Lelaki Hujan

Lelaki hujan menyelinap lewat lenyap malam.
Jejaknya sirna diiris liris gerimis.
Perempuan mimpi makin asyik merajut sepi
terkungkung jeruji keangkuhan yang ia bangun sendiri.
Sadar tlah ditinggalkan.

Malam kian sunyi.
Sepertinya memang ia tak kan balik lagi.

***

Mimpi Siang Hari

Ku ingin kau merantaiku, lalu menyeretku ke sana
Seperti manusia purba kita hidup bersama
Kau berburu, aku menjaga rumahmu.
Bila ku menolak, kau tak segan memukulku.
Aku budakmu, tapi juga cintamu
Bersama kita nyalakan api untuk anak kita.
Dalam gua, akan lahir ratusan cucu, cicit, dan moyang
Karna hidup panjang seribu tahun bukan bualan.

Hanya keinginan, lelakiku, hanya mimpiku.
Jangan gugu senyum dikulum begitu!

***

Kata Ncep, tulisan yang kedua seperti aku seorang… apa? pencinta KDRT? Yang kubaca lagi memang kedengaran seperti sadomasokis. (tulisanè bener ga siy?) Ya nggaklah, aku masih mencintai kedamaian hidup. And I’m straight.

Iklan

2 thoughts on “Sekedar Omong-omong, Setelah Akhirnya Aku Bisa On-line Lagi

  1. wah baru tahu Nur jagi bikin puisi…

    kira-kira apa ya maksud puisi-nya?

    => Itu artinya ga jago Kang… lha orang lain ga ngerti maksudnya gitu… :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s