Menikmati Hujan

Suatu malam, temanku mengajariku cara menikmati hujan.

Waktu itu kita sedang duduk di beranda kosanku. Dia tercangkul di sana, tidak bisa pulang, karena hujan yang tiba-tiba turun dengan derasnya. Sekali-kali kilat menyambar dengan terangnya. Dengan ditemani segelas teh manis hangat, dia bercerita tentang hujan.

“Lihat!” katanya, “tetesan air yang turun dari atap. Saat kilat datang, coba perhatiin deh!”

Aku mulai memperhatikan. Ketika satu kilat yang besar menerangi langit, ternyata bulir-bulir air yang turun dari atap sepanjang teritisan itu ikut bercahaya, berkilau dengan indahnya. Dengan berlatar langit malam yang gelap pekat, kilaunya seperti butiran berlian. Subhanallah.

Mungkin seperti itulah seharusnya kita melihat suatu ketidaknyamanan. Tadi pagi saat aku bercerita tentang ketidaknyamananku, ibuku memintaku bersabar. Aku masih tidak mengerti kenapa aku harus bertahan selama 4 bulan. Tapi mungkin seperti kilat yang menakutkan, di satu sisi, dia akan melahirkan keindahan?! Entahlah.

Iklan

6 thoughts on “Menikmati Hujan

  1. aku paling suka menikmati hujan…

    apalagi kalo sebelum turun baca doa agar dicurahkan berkah dan dijauhkan dari kemurkaan-Nya lewat hujan yang akan diturunkan.

    setiap hujan turun entah kenapa perasaan jadi bercampur aduk: sedih – syukur – takut (dulu waktu kecil takut halilintar) – dan gembira

    => Hujan memang indah… 🙂
    sedih – syukur – takut – dan gembira
    Wah, ternyata Kang Pandu bisa mendeskripsikannya. Iya, ternyata emang perasaan2 itu. Selama ini aku malah ga ngerti harus dijabarin gimana perasaan2 yang bercampur-aduk itu… ^_^
    dulu waktu kecil takut halilintar?! Kyaa…. manisnya. Ga kebayang deh!
    😆

  2. klo ujan itu menurutQ
    1. ujan gerimis kecil – kecil –> romantis
    2. ujan deres banget –> nyaman (terutama buat tidur)

    tiap x turun ujan..adem..
    kadang klo g tlalu deres,aq suka ujan2an hehe

    aq suka ^_^

    => Woho, kalo di polling berapa orang yang suka hujan, kayanya 70% lebih ya?! 😀
    Bener Mbak… emang gitu. Setuju semua dah!

    Nambahin: ujan deres banget paling enak buat makan gorengan anget2. Hm… enyak enyak! 😆

  3. Ping-balik: Paperbook In Memory | Hikari no Monogatari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s