Benar Salah, Menang Kalah

“Timbang ora mangan, mending ngurangi mangan”

Begitulah celetukku saat melihat demo buruh menentang SKB 4 menteri. Kupikir, daripada dipecat dan nggak makan sama sekali, maka lebih baik mengencangkan ikat pinggang dan mengurangi konsumsi. Atau kalo nggak ya dipake puasa… Lagipula SKB juga pastinya merupakan hasil pemikiran yang matang. Pemerintah sudah berusaha mengambil resiko terkecil. Gitu kok masih diprotes?!

Tapi, sesaat kemudian aku tercenung. Kok aku ngomong begitu sih? Para buruh itu sudah susah, gajinya kecil. Dengan beban keluarga, anak-istri di rumah, gaji yang tak seberapa bila jadi “disunat” bagaimana nanti jadinya? Mau disuruh puasa? Bayangin donk gimana rasanya puasa sambil kerja di ruangan pabrik yang panas itu…

Kadang aku merasa jadi semakin pro Pemerintah. Mungkin karena latar belakang profesiku sekarang. Padahal faktanya, aku tak pernah bisa memutuskan mana yang benar dan mana yang salah.

Pernah nonton miniseri Heroes? Disitu ada tokoh yang kusuka: Mohinder Suresh. Dia adalah salah satu tokoh “netral”. Mau sama “company” pernah, jalan ma Sylar juga pernah. Tapi pada akhirnya dia tidak pernah bisa disetir oleh orang lain. Penentu keputusan dan tindakan akhir selalu dirinya sendiri.

Aku ingin seperti Mohinder. Menentukan sendiri dan memutuskan sesuai pertimbanganku. Tapi itulah, aku selalu ragu mana yang benar dan mana yang salah. Takutnya, bila aku sudah memutuskan memihak satu pihak, lalu yang kubela ternyata adalah pihak yang salah… oh, aku akan merasa sangat bersalah.

Hasil Pilkada Jawa Timur kemarin akhirnya memutuskan bahwa Karsa menang tipis atas Kaji. Sebagai warga Jawa Timur di perantauan, tentu saja aku ga ikutan nyoblos. Tapi kalo disuruh milih, sebenarnya aku ga tau mesti milih mana. Di antara dua kekuatan besar itu, aku sama sekali tidak memilih keduanya. Lalu apa donk?!

Jadi deg-degan untuk Pilpres besok(halah!). Mau pilih mana ya?! Tapi… bukannya aku ga bakalan dapat kartu pemilih?! Mwehehe…

Sudah ah, cuek. Siapa yang mau menang, siapa yang bakal kalah, aku ingin tak peduli.

Oia, Pilkada kemarin, adikku diangkat jadi saksi di TPS dukuh sebelah lho! Wah, kadang aku lupa, adikku udah sebesar itu. Kqkqkq…

ibu-ma-aziz1

Iklan

2 thoughts on “Benar Salah, Menang Kalah

  1. jadi? golput aja nih? he he he

    (wah..adeknya ganteng..) *llho~!*

    => Habisnya bingung, karena kayanya ga dapat kesempatan milih (masalah KTP, kartu pemilih, dsb)

    Mwehehe… banyak yang mengakuinya kok! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s