Untuk Sebuah Negeri yang Jauh

Sebenarnya ingin sekali aku mem-posting kegiatanku selama liburan kemarin. Tapi begitu sampai di kostan, kunyalakan tv, dan kulihat berita tentang sebuah negeri yang jauh, aku merasa malu (selama di Malang emang jarang nonton berita). Di sebuah negeri yang jauh itu, jangankan berlibur bersama keluarga, bisa menemukan anggota keluarga dalam keadaan hidup atau selamat-tak-berkurang-suatu-apa susah sekali pastinya. Maka aku pun teringat pada sajak yang kubuat jaman SMA, yang sebenarnya terinspirasi oleh keadaan negeri yang jauh itu. Karena Nur pada dasarnya tak pandai bersajak, maka jadilah sajak itu seperti sajak buatan anak SD. Di bawah adalah bunyi sajakku dulu, dengan sedikit perubahan. šŸ˜›

Say Hello to God

Hallo Tuhan, selamat pagi

Bumi hari ini meriah sekali

Ada banyak bunga api dan laut bau anyir

Mayat bergelimpang dan jeritan anak kecil

Hallo Tuhan, selamat pagi

Kami lihat Kau berubah kini

Menjadi moncong senapan, rudal, dan senjata

Bukankah Engkau yang berhak atas nyawa?

Hallo Tuhan, selamat pagi

Kami di tepi bumi, hanya bertahan karena-Mu

Meski tak ingin menyerah

Ini hidup terasa kian lelah

Hallo Tuhan, selamat pagi…

Apa esok kami masih boleh bermimpi?!

Iklan

5 thoughts on “Untuk Sebuah Negeri yang Jauh

  1. Ping-balik: Save Our Palestine, Save Our Earth! « semangat!

  2. puisinya bagus…

    jadi inget puisi tuhan 9 cm-nya taufik ismail.

    memang lah sepertinya senjata telah menjadi penentu kehidupan manusia.

    na’udzubillahi min dzalik…

    => Waduh, makasih… jadi malu nih.
    Eh, 9 cm yang mana ya? Nur belum baca…
    Hem… iya mas, miris banget keadaan sekarang. Na’udzubillahi min dzalik…

  3. waw..mba Nur, masih SD udah bisa buat puisi baguuss…

    huff..saya sampe speechless nanggepin israel n palestina, hanya bisa berharap yang terbaik sama Allah (_ _)

    => lho lho? bukan Na… itu puisi SMA yang kaya puisi anak SD. Jaman SD mah, Nur ngertiin Palestina ma Bosnia aja bingung. Apa hubungan antara 2 kata itu (pengetahuan yang parah sekali) Kalo SD seinget Nur yang lagi rame itu perang teluk šŸ˜› Lagian puisiku jaman SD paling panjang cuma 2 bait. Mwehehe…

    Iya. Sampe nangis ngliatnya. Semoga semua ini segera berakhir… šŸ˜¦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s