Kebetulan yang Manis

Pernahkah kamu merasakan kebetulan yang berturut-turut? Baru saja, aku merasakannya.

Beberapa waktu lalu, aku suka mengatakan pada temanku, ”Aku ingin menikah sebelum umur 24. Kalau nggak, ya seputaran itu”. Entah kenapa aku mengatakan hal demikian. Bahkan meski sampai detik ini pun belum ada tanda-tanda bahwa perkataanku itu akan terwujud, aku masih keukeuh dengannya. Tapi tenang, bila ternyata harapanku itu tidak terwujud, aku masih akan baik-baik saja. ^_^

Omong-omong soal 24, inilah beberapa fakta ”kebetulan” yang kusebut manis:

1. Aku lahir tanggal 24;

2. Tahun ini ultahku ke 24, dimana aku lahir di tahun Kerbau, dan kebetulan tahun 2009 ini juga merupakan tahun Kerbau;

3. Ibuku melahirkanku waktu umur 24;

4. Surat An Nuur, yang darinya namaku berasal, merupakan surat ke 24 dalam Al Quran.

Hem, sebuah kebetulan yang manis. ^_^

Cileungsi e Ikimashita

Rabu malam, aku mendapat sms dari ibu: Diah, jare paklik lara. Tilpunen. Ndek kene gak iso ngubungi. (kira-kira bunyinya begitu) Waktu itu aku masih di kantor, lembur. Kucoba menghubungi nomor paklik, tak tersambungkan. Ya sudah. Kupikir paling sakit biasa saja.

Sepanjang sisa minggu, pulsaku mepet di bawah sepuluh ribu. Aku masih ingat harus nelpon paklik. Tapi karena beda operator, aku takut pulsaku ga cukup. Sabtu sore, baru pulsa kuisi lagi. Minggu pagi, aku masih nyuci ketika Aceng tiba-tiba naek ke atas. Aku lari sembunyi ke kamar, menunggu sampai dia selesai dengan urusannya. Sambil nunggu, aku ingat janjiku menelepon paklik.

Baca lebih lanjut