Orang Hebat

Kalau ngomongin tentang “orang hebat”, entah kenapa aku malah teringat dengan puisi Bung Usman (?-lupa namanya) yang sesungguhnya berisi sindiran untuk Ch. Anwar:

Ingin jadi orang besar?

Besarkan saja kepalamu

Nah, kan kau sudah jadi orang besar?!

Hehehe, tidak berima sama sekali ya?! Maklum, mungkin terakhir aku baca puisi itu waktu SMP, jadi lupa banget aslinya. Baiklah, sebenarnya tulisan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan puisi tersebut. Aku hanya sedang tertarik dengan pembicaraan iseng pada jam makan siang, beberapa hari lalu.

Latar belakangnya adalah pengangkatan seorang Kasubbag di tempatku menjadi Kabag, dalam usia yang amat muda (sekitar 36 tahun apa ya?!) hingga disebut-sebut sebagai eselon III termuda sepanjang sejarah Setjen. Pun dia seorang perempuan! Tentu untuk hal di luar kebiasaan seperti ini, maka timbul pro kontra di antara pegawai lainnya. Ada yang ikut senang, ikut bangga, kagum… namun ada juga yang ga terima, merasa heran, merasa hal tersebut tidak layak…

OK. Siang itu aku sedang makan di kantin Itjen bersama Ncep, Mbak Rosa (sekarang kedudukannya Kasubbag), dan seorang bapak-bapak pelaksana dari bagian lain.

Mbak Rosa (RS): Mbak Kris hebat ya… semuda itu udah jadi kabag… (ucapan ini ditujukan pada bapak yang sedang makan bersama kami, yang dulu pernah menjadi bawahan Mbak Bu Kris)

Ncep (NC): Iya, keren. Lebih muda dari Mbak Rosa ya?

RS: Ya iyalah, jauh…

Bapak-bapak (BP): Nggak… Nggak hebat. Biasa aja. (nada cuek sambil terus makan)

RS: (ngliat ke BP –sekedar catatan, BP ini termasuk bapak yang lumayan alim-) Iya, yang hebat Allah, kan?!

BP: (senyum-senyum) Tapi emang ga hebat kok, biasa aja. Kasubbag jadi kabag apa hebatnya?! Kalo pelaksana langsung jadi kabag, itu baru hebat!

AQ: (termenung) Kok jadi inget ayah ya… Dulu beliau pernah jadi tukang las, penjual nasi goreng, sampai akhirnya sekarang jadi guru…

RS: Iya. Bapakku juga cuma lulusan STM, trus bisa kerja di Pertamina… (Ga diterusin. Aku ngelanjutin aja dalam hati: trus sampe punya mantu anak atasannya di Pertamina?! Mwehehe…)

BP: Tapi lebih hebat lagi yang bapaknya petani, tapi anak-anaknya sukses-sukses….

AQ: Loh, kok jadi mbanggain bapak masing-masing ya?! Hehehe…

Bung Karno orang besar, orang hebat. Nelson Mandela juga orang hebat. Tapi ga usah jauh-jauh memandang orang-orang di luar. Ternyata, orang-orang terdekatku sendiri adalah ORANG HEBAT.

Ayahku, Ibu’ku, adikku…

Guru-guruku, rekan sekerja…

Teman-temanku semua…

Semua orang hebat di mataku.

Salut buat kalian semua.

Kapan ya, Nur bisa sehebat kalian?! ^_^

Iklan

2 thoughts on “Orang Hebat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s