Gurei

Gurem? Bukan. Tapi gurei adalah cara baca untuk GLAY, band Jepang yang namanya emang diambil dari nama warna tersebut: grey. Hehehe, agak ga nyambung ya?

Bukan lagi pingin ngomongin band Jepang kok, secara meskipun si vokalisnya GLAY itu katanya cakep banget, tapi aku ga nge-fans ma mereka. Aku lebih tertarik ke asal nama band itu: grey.

Grey alias abu-abu merupakan paduan warna yang aneh, nanggung, dan ga jelas. Antara hitam dan putih, grey seolah tidak bisa memutuskan: mau jadi item atau putih sih?!

Grey juga berkesan kaku, suram, dan sedih. Aku pernah dengar, jas abu-abu bisa dipakai untuk kerja (yang suasananya kaku/formal) atau melayat (yang jelas, suasananya adalah suram). Langit abu-abu juga berarti hujan yang lagi turun bakal lama berhentinya. Satu lagi, grey juga kadang dilafalkan dengan kalimat penjelas yang ganjil: abu-abu tikus. Ah!

Dalam kehidupan, kadang ada istilah: zona abu-abu. Zona ini merujuk ke bagian yang ga jelas mau diklasifikasikan ke mana. Berdiri di tengah antara hitam dan putih, zona ini sering menyebabkan kebingungan bagi siapapun yang memasuki/menemuinya.

Aku membayangkan bila dalam dunia persilatan yang sering terbagi ke dalam aliran hitam dan aliran putih, bagaimanakah bila muncul seseorang yang abu-abu?! Para penganut aliran putih akan berkata, ”Tidak, dia bukan teman kami.” Sedang aliran hitam menyatakan, “Siapa elu, mau deket-deket ekke!”. Intinya, semua meragukan statusnya karena dia tidak jelas sebenarnya hitam atau putih. Meskipun memang kelihatannya enak sebab yang hitam tidak akan memusuhinya karena menganggap dia netral, dan yang putih juga baik-baik saja karena menganggap si abu-abu bukan sesuatu yang perlu ditumpas dengan kekerasan, namun untuk menjadikan abu-abu ini teman, mereka akan pikir-pikir panjang.

Bagaimana dengan si abu-abu sendiri? Bahagiakah dia menjadi orang yang netral? Saat ini, karena tertolak di dua sisi, dia merasa begitu kesepian. Sempat terpikir untuk menjadi putih saja (bila dia dulunya hitam), tapi masih banyak ganjalan dalam hatinya untuk benar-benar memutuskan.

Ah, kawan, sangat kusarankan agar engkau tidak masuk ke zona itu. Serius, itu sungguh tidak nyaman. ^_^

Iklan

4 thoughts on “Gurei

  1. menurutku menjadi “gurei” itu nikmat kok, mbak.

    v(^_^)

    => So desu ka? kamu juga masuk zona itu ya? hm, kayanya iya sih. Tapi meski nasib sama, kok kita beda rasa ya? Kalo aku, mulai ga nyaman…

  2. Ping-balik: Hitori Kiri, zutto?! « C’est Moi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s