Hitori Kiri, zutto?!

Alkisah, suatu hari, tibalah Hercules di satu kampung. Warga kampung mengelu-elukan dan menyambutnya dengan ramah. Hercules pun senang, sehingga dia memutuskan untuk tinggal agak lama. Ketika sedang JJS di pinggiran desa, dia bertemu dengan seorang (atau seekor?!) Centaur. Tentu saja Hercules tidak kaget dengan makhluk yang satu ini, secara udah biasa gitu loh! Mereka pun ngobrol ngalor-ngidul. Dalam obrolan, si Centaur yang berbadan kuda tapi berkepala manusia mengeluh pada Hercules.

“Aku terpaksa senantiasa bersebunyi.”

“Emang kenapa?!”

“Warga kampung ini selalu benci melihatku. Tiap kali nongol, aku selalu dilemparin batu.”

“Lha kok bisa?”

“Mereka bilang aku aneh…”

Mendengarnya, Hercules kaget. Dengan geram dia ngluruk ke kampung dan memprotes keras para warga desa.

“Apa hak sampeyan-sampeyan melempari batu ke Centaur itu?!”

Warga desa terkejut. Pahlawan yang tampan, pengayom masyarakat, kebanggaan semua orang yang selalu mereka nanti-nantikan kedatangannya, tiba-tiba ngamuk-ngamuk tanpa jluntrungan. Akhirnya, salah seorang warga yang cukup berani mencoba tampil untuk bicara.

“Kami ga suka liat dia. Dia ANEH!” katanya sambil menuding si Centaur.

Hercules tambah geram. “APANYA YANG ANEH?!”

Sang juru bicara mulai keder. “Lha itu, mosok kepalanya manusia, tapi badannya kuda…”

“Emang sampeyan sendiri ga aneh?” potong Hercules. “Aku lihat, tiap kali sampeyan makan, selalu pake pete. Apapun makanannya, selalu sampeyan kasih pete. APA GA ANEH?!” todongnya tanpa ampun.

“Trus orang itu!” tunjuknya ke yang lain. “Dia pincang dan buta. Padahal seharusnya manusia itu bisa jalan, bisa lihat… APA DIA GA ANEH?!”

“Dan wanita ini!” tudingnya ke wanita di sebelah kanan. “Kelakuannya suka menggoda suami orang. APA ITU GA TERMASUK ANEH?!”

Warga kampung terdiam, terhenyak oleh pidato Hercules.

“Aku sendiri setengah manusia setengah dewa. Di dunia para dewa aku ditolak. Aku hanya anak haram dan ga punya kekuatan dewa seperti mereka. Sedang di dunia manusia aku juga tersiksa. Aku harus selalu lontang-lantung. Karena Hera terus-terusan mengejarku, aku ga boleh lama-lama tinggal di satu tempat…bahaya buat manusia lainnya. AKU INI ORANG ANEH! Tapi kenapa sampeyan semua tidak melempari aku batu, sama seperti ke Centaur itu?!”

Beberapa orang mulai terisak. “Kami nggak bermaksud begitu…”

“Tapi sama aja, kan?! Tiap orang aneh musti dilemparin batu…” ejek Hercules.

“Huhuhu… kami tobat. Kami minta ampun…Maafkan kami…” beberapa orang menghambur memeluk Centaur.

Akhirnya, Centaur dan warga desa sekarang bisa hidup berdampingan. Dia menikah dengan putri kepala desa, punya lima orang anak, dan hidup bahagia sampai akhir hayat…

Bingung ya? Inilah cerita Hercules a la Jawa yang kuadopsi, dengan banyak perubahan dari film aslinya. Adegan filmnya kutonton dulu sekitar kelas lima SD versi serial teve yang tayang tiap minggu di RCTI.

Setelah menulis tentang gurei, aku menemukan bahwa ternyata diriku tak sekedar abu-abu, tapi juga aneh.

Aneh, di saat semua orang belajar bahasa Inggris, aku malah belajar bahasa Jepang.

Aneh, di saat semua orang suka West Life, aku malah suka Laruku.

Aneh, di saat semua orang baca Twilight, aku malah baca Max Havelaar.

Aneh, di saat orang melakukan A, aku berprinsip untuk tidak akan melakukannya.

Aneh, di saat semua orang ingin begini, aku malah ingin begitu.

Apakah aku hanya sekedar tidak ingin ikut-ikutan, aku tak tahu.

Apakah aku memang punya prinsip, aku juga tak tahu.

Aku layak dilempari batu. Ya, aku tahu itu.

Dan batu kesendirian tengah melayang bertubi-tubi ke arahku.

Iklan

5 thoughts on “Hitori Kiri, zutto?!

  1. Yang aneh itu A
    memanajemen kursus bahasa inggris (IEC) dan bahasa jepang (MSI)
    tapi gak bisa kedua baahasa tersebut
    😀

    => A sapa mas?
    Ya gapapa lah… kan sering denger, lama2 jadi bisa… semoga! ^-^

  2. Bukan aneh Nur, tapi manusia kan emang punya keistimewaan sendiri2 yang bikin dia beda sama orang lain. Dan yang Nur lakukan juga bukan hal yang aneh kok…

    Eh, lihat aku, di saat orang lain pada belajar bahasa Inggris dan Jepang, aku ga belajar keduanya.
    Di saat orang pada suka Westlife dan Laruku, aku juga ga keduanya.
    Di saat orang baca Twilight dan Max Havelaar, aku juga ga keduanya.

    Hehehe…

    Aku ga punya prinsip! Menyedihkan ga siii? Hobi aja sampe sekarang ga tau apaan. 😛

    => Reni kan hobi nulis… (baca lagi deh jawaban PR-nya)
    Trus suka bola, moto-GP, pinter masak…
    Dan jangan bilang kalo Reni ga punya prinsip! coba ditanya lagi deh…
    Aku sebal karena aku beneran “yumenaishi onna”. Entah, mau apa besok, aku ga tahu. 😦

  3. aneh, di saat teman2 seangkatan pada kawin dan bunting kemudian ngebrojolin orok, … //silakan ngelanjutin ndiri//

    v(^_^)

    hwehe. maap, bahasanya agak aneh.

    => Hm… iya, iya, bisa kulanjutin sendiri kok. (berusaha menjadi mbak yang bijak :P)

  4. Aku belum hobi nulis. Hiks…
    Itu kemarin ga tau jawabannya apa soale, jadi milih yang paling mendekati.
    Eh, iya ding, aku harus punya prinsip. Bener, Nur… *manggut-manggut*

    Aku pinter masak? Enggak… 😦

    => Halah… kan aku dah sering makan kue bikinanmu, Ren… ^-^v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s