Subyek dan Obyek

Suatu hari, aku pernah bertanya-tanya lewat FB: kenapa ya, kebanyakan karya sastra yang bagus itu lahir dari proses kesurupan?! Tentu saja, untuk pertanyaan seperti ini, tidak ada seorang teman pun yang merespon/memberikan jawaban. 🙄

Sebenarnya pertanyaan aneh itu muncul setelah mengingat beberapa buku/novel yang paling kusuka, ternyata diciptakan oleh penulisnya dalam waktu yang relatif singkat. Sebagai contoh: Max Havelaar (Multatuli) 1 bulan, Olenka (Budi Darma) 1 bulan, dan Laskar Pelangi (Andrea Hirata) kalo ga salah 3 bulan. Membandingkan dengan ketebalan buku dan luasnya bahasan di dalamnya, bagiku luar biasa mereka bisa mengerjakan itu semua dalam waktu sependek itu.

Pengalamanku sendiri dalam menulis memberikan pelajaran untukku. Cerpen dan puisi yang memenangkan lomba (lomba kecil2an tingkat sekolah sih) biasanya juga kutulis dalam waktu yang singkat, cuma beberapa jam. Biasanya saat itu aku merasa “nyaris” kesurupan. Tentu saja bukan kesurupan mau makan beling… tapi kesurupan ide. Ide mengalir sangat deras, tak terbendung, dan aku tak bisa menghentikan tanganku sendiri menuangkan semuanya ke atas kertas.
Baca lebih lanjut