Koper

Saat mau pergi begini, aku jadi bingung: bajuku mau kubawa pake apa ya?

Bukan apa-apa. Tapi karena perginya bukan dalam rangka pulang kampung, dan di tempat yang kutuju tidak ada setrika, sementara aku harus tetap tampil rapi dengan baju dan jilbab licin, kalau bajuku kubawa dengan back pack, hal itu memang agak mustahil. Mengingat struktur backpack yang berdiri selalu memungkinkan baju-baju itu akan terlipat atau mudah kusut.

Sampai sekarang aku belum pernah punya koper. Awalnya kupikir, buat apa sih? Kan udah ada tas besar yang dibeliin ibu pas tingkat 1 dulu?! Tokh dengan tas itu, dulu aku bisa membawa semua barang-barang keperluan prajab. Yah, meskipun harus menenteng-nenteng tas berat tersebut…(kalau koper kan tinggal diseret saja)

Beberapa hari lalu, ada pembicaraan menarik di kantor. Bermula dari keributan seorang rekan seruangan yang bingung memilih sepatu yang matching karena dia mau jalan sama ceweknya. Keributan itu bahkan memancing perhatian Mbak Rosa, Kasubbag K1. Sampai akhirnya beliau menengahi: Ngapain ribet banget sih?! Ya kalau cewek, sepatu ma tas harus matching… (kira-kira seperti itu)
Baca lebih lanjut