Kuliah 2: Cinta dan Pernikahan

Memenuhi tugas kedua mahasiswa pemula, saya terpaksa membongkar kembali koleksi buku saya. Dari dua tema yang diberikan, kebetulan saya punya buku baik yang terkait dengan pernikahan maupun kesehatan. Namun kenapa saya milih tema pertama? Hahaha, semata karena buku yang ini yang sudah berhasil saya khatamkan. 😀 Sekedar antisipasi pertanyaan kenapa saya bisa memiliki buku ini: satu-satunya-buku-tentang-pernikahan-yang-saya-miliki ini diberikan oleh murobbiyah saya (dulu! Sekarang ga pernah liqo lagi :p)

Judul : Saatnya untuk Menikah

Penulis : Mohammad Fauzil Adhim

Penerbit : Pro-U Media cetakan ketiga Desember 2007

yang kupunya, covernya sih bukan kaya gini
Baca lebih lanjut

Bingung

Mau yang ini salah, mau yang itu salah
Harus bagaimana?!
Pilih yang ini salah, pilih yang itu salah
Harus pilih mana?!

Kalo ga salah sih, liriknya begitu… lagu jaman SD dulu. Seingatku ceritanya tentang ubi dan singkong. Tapi tentu saja, kebingunganku sekarang bukan karena harus memilih antara ubi atau singkong.

Sabtu kemarin, 16 Mei 2009, sore abis ashar aku jalan ke kantor kelurahan yang terletak ±700m dari kostan. Tujuan: mengecek nama di DPT. Memang beberapa hari sebelumnya aku sudah menitipkan fotokopi KTP dan kartu pemilihku ke Aceng (asisten bapak kost) agar dibawa ke Pak RT. Aceng bilang sih, langsung diterima gitu sama Pak RT. Tapi demi kepastian, aku berinisiatif ngecek sendiri. Ternyata namaku sudah terdaftar di TPS 25. Belum tahu dimana letak TPS 25 itu nantinya. Nunggu undangannya aja ah…
Baca lebih lanjut

BBB (Benar Benar Bodoh)

Setelah sukses dengan ngluyur 1, 2, dan 3, mungkin memang tiba saatnya aku mengalami apes. Karena cerita berikut akan penuh dengan kesedihan, kemeranaan, dan ketidak-beruntungan, jadi cerita ini juga akan penuh dengan ketidak-jelasan.

Hari Sabtu lalu, 9 Mei 2009, sebenarnya aku sudah berencana menghabiskan hari dengan berleha-leha di kosan setelah dua minggu yang sangat melelahkan, sekalian mengurus DPT ke Kelurahan. Ternyata hari Kamis malam, Siko memberi tahu tentang akan diadakannya suatu pertemuan yang sangat menentukan masa depan study-ku. Aku sempat bimbang, meskipun pada hari Jumat siang aku sudah memutuskan untuk pergi ke Bintaro dengan KRL. Namun tak dinyana, Jumat sore, pekerjaan yang kukerjakan selama seminggu terakhir harus direvisi dengan deadline hari Senin. Sementara ada pekerjaan lain yang juga jatuh deadline hari Senin. Hiks! Akhirnya dengan sangat sedih, aku kembali merubah rencana menjadi: pergi ke kantor di hari Sabtu.
Baca lebih lanjut

Yang Pertama

Akhir-akhir ini aku merasa, kebanyakan tulisanku berisi tentang pengalaman pertama. Rata-rata sih berupa hal-hal ga penting seperti pertama kali naik pesawat, pertama kali ke musium, pertama kali dateng ke pameran foto, dll.

Ah, kenapa ya, aku suka mengingat sesuatu yang terkait dengan “pengalaman pertama”?! Atau sebenarnya kecenderungan ini bukan pada diriku saja?

Khusus pembaca perempuan, boleh lanjut… hehehe ^-^v

Baca lebih lanjut

Kuliah I: Motivasi

Mula-mula saya minta maaf, terutama kepada Mahasiswa Pemula selaku pemberi tugas, karena sampai deadline tanggal 7 dan pukul 14.00 ini, saya belum juga membaca buku/jurnal/makalah tentang motivasi sesuai permintaan Sam Admin. Akhir-akhir ini saya SOK sibuk sehingga belum sempat meminjam maupun membeli buku dimaksud. Oleh karena itu, mohon maafkan saya… *membungkuk sedikit*

Jika boleh jujur, tema pertama ini memang agak berat untuk saya. Dari dulu, saya memang paling malas membaca buku-buku tentang motivasi. Saya enggan membaca buku motivasi karena sadar: setiap kali saya membaca buku motivasi, saya hanya termotivasi selama minggu pertama. Sesudahnya: balik lagi kaya dulu. 😆 Mungkin itulah sebabnya, sampai sekarang pun saya masih begini-begini saja.

Sampai hari minggu kemarin, karena belum juga mendapatkan buku, sementara saya sudah didera perasaan bersalah karena tidak bisa menyelesaikan tugas tepat waktu, maka untuk pertama kalinya, saya “membetahkan” diri untuk menonton acaranya Pak Mario Teguh. Ternyata acaranya bagus. Tapi saya tidak janji untuk menontonnya lagi lain kali. Baiklah, curhat yang terlalu bertele-tele ini saya akhiri sampai di sini dulu. Mari kita masuk ke materi!!
Baca lebih lanjut

Ngluyur (part 3)

Hari minggu kemarin, sepulang dari tahsin, aku sengaja ke kantor untuk menyelesaikan beberapa keperluan. Lepas dhuhur dan setelah menunaikan ibadah sholat, aku berniat pergi ke kantor pos untuk membeli materai (hasil dicerewetin satu orang di kantor *huh!*). Menyusuri jalan Lapangan Banteng Timur, sampailah aku di Kantor Pos Pusat. Tentu saja, kantor pos tutup di hari minggu! Dudul banget dah!

Karena hari masih siang (pukul 13.00), aku iseng jalan terus ke utara, ke arah pasar baru. Maka tercetuslah ide “ngluyur” (lagi! hehehe). Padahal tas-ku sedang berisi PR yang harus segera diselesaikan. Ah, biar deh…
Baca lebih lanjut