Kuliah I: Motivasi

Mula-mula saya minta maaf, terutama kepada Mahasiswa Pemula selaku pemberi tugas, karena sampai deadline tanggal 7 dan pukul 14.00 ini, saya belum juga membaca buku/jurnal/makalah tentang motivasi sesuai permintaan Sam Admin. Akhir-akhir ini saya SOK sibuk sehingga belum sempat meminjam maupun membeli buku dimaksud. Oleh karena itu, mohon maafkan saya… *membungkuk sedikit*

Jika boleh jujur, tema pertama ini memang agak berat untuk saya. Dari dulu, saya memang paling malas membaca buku-buku tentang motivasi. Saya enggan membaca buku motivasi karena sadar: setiap kali saya membaca buku motivasi, saya hanya termotivasi selama minggu pertama. Sesudahnya: balik lagi kaya dulu. 😆 Mungkin itulah sebabnya, sampai sekarang pun saya masih begini-begini saja.

Sampai hari minggu kemarin, karena belum juga mendapatkan buku, sementara saya sudah didera perasaan bersalah karena tidak bisa menyelesaikan tugas tepat waktu, maka untuk pertama kalinya, saya “membetahkan” diri untuk menonton acaranya Pak Mario Teguh. Ternyata acaranya bagus. Tapi saya tidak janji untuk menontonnya lagi lain kali. Baiklah, curhat yang terlalu bertele-tele ini saya akhiri sampai di sini dulu. Mari kita masuk ke materi!!

Tema malam itu adalah “panggung sandiwara”. Dunia ini diibaratkan sebagai suatu panggung sandiwara. Kita, manusia yang hidup di dalamnya, bertugas sebagai artis yang memainkan peranan masing-masing. Apa peran kita? Kita tidak bisa dan tidak mempunyai hak untuk memilih peranan, karena segalanya sudah ditentukan oleh Yang di Atas selaku sutradara tunggalnya.

Orang-orang yang sukses di dunia, adalah orang-orang yang memainkan perannya dengan baik. Seorang miskin yang menerima kemiskinannya dengan lapang dada, bersahaja, dia hidup dengan hemat, tidak sombong, dan tidak menuntut yang macam-macam, akan dikenal orang sebagai orang yang baik, santun, dan akan dihormati. Sebaliknya, jika kita tidak menempatkan diri pada peran yang sudah diberikan, bisa jadi Tuhan akan mencabut peranan kita. Seorang kaya namun sombong, tidak mau membantu orang lain, maka… yah, Anda tentu bisa mengandaikan kebalikan dari contoh sebelumnya. Sekedar catatan: apa yang dilakukan orang-orang kaya sehingga mereka menjadi kaya? Kunci sukses mereka adalah selalu melayani dan bermanfaat bagi orang lain. Lihatlah direktur pabrik mie instan, dia jadi kaya karena jasanya memberi makan banyak anak kostan. Hehehe…

Namun meskipun dunia ini adalah permainan, maksudnya “permainan peran” tadi, kita tidak boleh main-main dengan kehidupan. Kehidupan sesungguhnya adalah permainan yang serius, maka mainkanlah semua dengan serius. Tentu saja bukan berarti kita terus serius, ga senyum, ga ada guyon. Kita pastinya memiliki banyak peran dalam kehidupan, sebagai anak, sebagai pekerja, sebagai orang tua, dsb. Maka mainkanlah semua peran yang kita miliki itu dengan penuh kesungguhan hati.

Karena dunia ini adalah panggung sandiwara, maka mainkanlah peranmu di dunia dengan sebaik-baiknya.

Demikianlah Sam Admin, nasihat yang saya tangkap dari acara yang saya tonton sambil menyeterika malam itu. Mohon maaf sekali lagi, karena tidak menyelesaikan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Padahal sebagai bagian dari Mahasiswa Pembaca, seharusnya saya memainkan peranan sebagai Mahasiswa Pembaca dengan sepenuh hati, ya?! Ah, saya jadi benar-benar malu… 😦

NB: Sam Admin=Mas Administrator (malangan Sam=Mas)

Iklan

3 thoughts on “Kuliah I: Motivasi

  1. Bener mbak, kita harus memainkan peran kita dengan sebaik-baiknya. Namun, jika kita boleh memilih peran, pilihlah untuk memerankan orang yang baik.

    => Hehehe, kalo pas kebagian meranin peran jahat gimana? kadang suka gitu tuh… trus aku berperan dengan sebaik-baiknya pula je… hahaha! *ketawa gila*

  2. Panggung sandiwara dan memainkan peran ya?…
    em, sisi lain dari sebuah penafsiran mengenai tema motivasi..
    Dalam hal ini berarti MOTIVASI merupakan alasan dari sebuah peran dimainkan dalam sebuah panggung sandiwara. Apa motivasi kita atau lebih tepatnya apa alasan kita dan tujuan yang ingin kita capai? maka itulah yang mempengaruhi perilaku kita dalam memainkan peran. dalam hal ini berarti tidak ada kontrol apa-apa, karena hanya mengacu pada tujuan yang ingin kita capai, terlepas itu baik atau buruk kah..
    ya semoga saja, motivasi kita baik saat kita memainkan peran..

    => hehehe, sebenarnya ini kepaksa aja. Kan acaranya udah bertema motivasi, jadi apapun itu, lahap aja. 😀
    Tapi acaranya memang membuatku berpikir ulang tentang peranan2ku. Jadi aku bukan bermotivasi lalu mencari peranan, tapi menata ulang perananku dan termotivasi untuk memperbaikinya. Karena aku lebih suka menjadi air…

    (maaf kalo jawabannya ga nyambung) ^-^v

  3. Panggung sandiwara, dan memainkan peran..
    ini penafsiran lain mengenai tema MOTIVASI. disini motivasi diartikan lebih ke arah alasan kita dalam memainkan suatu peran. peran yang kita mainkan tergantung dari apa yang jadi motivasi kita, mau yang baik atau buruk, atau abu-abu..

    => hm, menurutku acara kemarin mencoba menjelaskan keberadaan “takdir”, dan motivasi menolong kita agar “sebisanya” merubah takdir tersebut ke arah yang lebih baik. Karena saat memerankan dengan baik, akan ada reward untuk itu. Ah, aku juga ga pinter ndengerin sih… jadi ngelantur… 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s