Bingung

Mau yang ini salah, mau yang itu salah
Harus bagaimana?!
Pilih yang ini salah, pilih yang itu salah
Harus pilih mana?!

Kalo ga salah sih, liriknya begitu… lagu jaman SD dulu. Seingatku ceritanya tentang ubi dan singkong. Tapi tentu saja, kebingunganku sekarang bukan karena harus memilih antara ubi atau singkong.

Sabtu kemarin, 16 Mei 2009, sore abis ashar aku jalan ke kantor kelurahan yang terletak ±700m dari kostan. Tujuan: mengecek nama di DPT. Memang beberapa hari sebelumnya aku sudah menitipkan fotokopi KTP dan kartu pemilihku ke Aceng (asisten bapak kost) agar dibawa ke Pak RT. Aceng bilang sih, langsung diterima gitu sama Pak RT. Tapi demi kepastian, aku berinisiatif ngecek sendiri. Ternyata namaku sudah terdaftar di TPS 25. Belum tahu dimana letak TPS 25 itu nantinya. Nunggu undangannya aja ah…

Setelah tergolputkan dalam Pileg lalu, aku jadi penasaran pengin ikutan pilpres ini. Tapi setelah nama-nama pasangan capres-cawapres diumumkan dan pasti “jadi” alias udah ijab kabul (sebelumnya kan ga jelasnya lama tuh, hatinya pada molah-malih semua), aku jadi bingung. Mau pilih siapa, ya?! Padahal pilihannya cuma tiga.

Hari minggu pas telpon ibu’, aku langsung ditanyain, “Milih opo?”
Aku cuma cengengesan. “Bingung, ah, buk…”
“Lek ndek kene kabeh berbudi…” sahut ibu. Yang disambut dengan teriakan adikku di belakang (kalo telpon, kami memang selalu memakai mode loud speaker), “Iyo, milih sing berbudi luhur no…” tirunya seperti guru PPKN.
“Ga wedi tah, ndek kono banteng kabeh?!” balasku.
“Ora ngurus liyane…sing penting berbudi!”
(yang ga biasa ndenger percakapan model begini antara anak dan orang tua, harap maklum ya… Aku emang ga biasa ngomong kromo :p)

Aku sendiri agak geli dengan upacara walimahan-nya pasangan ‘berbudi’ malam sabtu itu. Bener-bener megah. Yang kata temenku di sms, “udah kaya menang pilpres aja”. Kalo aku ngliatnya malah kaya lomba idol, pake poster-poster pendukung segala (untung ga ada acara ketik blabla spasi blabla, kirim ke 6666). Geli juga ngliat pasangan lain yang dateng ke KPU pake iringan tanjidor kaya penganten. Wong-wong iki opo-opoan, se?!

Kalo ngliat peristiwa politik yang aneh-aneh begitu, kadang aku tiba-tiba merasa lagi berada di dalam sebuah limbo. Mereka bertikai di sana, sementara aku di luar yang ga ada hubungan apa-apa. Padahal pertikaian mereka itu kalo dipikir-pikir bukankah akan sangat menentukan masa depanku dan masa depan dulur-dulurku, warga Indonesiya semuanya?!

Ah, entahlah. Aku sendiri ga ngerti politik sama sekali. Pilpres masih lama ini. Siapa tau, ntar pas mepet-mepet hari-H, aku tiba-tiba dapat wangsit untuk memilih siapa di antara mereka yang paling pantas mengemban amanat menentukan masa depan bangsa. :mrgreen:

Iki piye iki piye iki piye, nduk?
Ora weruh…

Iklan

4 thoughts on “Bingung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s