Dayat yang Bukan Fiksi

Di buku pertamanya Pak Haji Pidi Baiq –Drunken Monster– ada satu cerpen yang cukup menohokku. Judulnya “Dayat”. Dikisahkan (yang di sana ditulis sebagai “tidak perlu dikisahkan” :P) bahwa Dayat ini adalah seorang “asisten’-nya yang tidak tamat SD, yang orangnya rame, yang omongannya ceplas-ceplos, yang kelakuannya lugu. Ada beberapa kutipan pembicaraan antara si boss Baiq dan asistennya itu yang mempertegas betapa lugas dan lurusnya pemikiran seorang Dayat ini.

Lha, ternyata pada akhir cerita, dikatakan bahwa orang yang rame, yang lugu, dan yang ceplas-ceplos ini sedang MENANGIS. Menangis kenapakah? Apakah kekurangan uang? Ah, tentunya uang tak akan terlalu merisaukan hati seorang yang berpikiran lapang seperti dia. Ow..ow.. rupanya Dayat menangis karena cinta, sodara-sodara! Bahwa seorang gadis yang dicintainya telah menolaknya dengan kata-kata yang kasar, mengata-ngatainya sebagai bodoh dan idiot, kemudian memaki-makinya.

Moral cerita sih tentang “haruskah ucapan yang menyakitkan dikatakan kepada orang yang tidak kita cintai?!”

Tapi entah mengapa, aku tidak berpikir tentang itu.

Aku berpikir tentang nasib Dayat. Tentang nasib orang-orang lugu. Yang sebagaimana biasanya -meskipun tidak selalu- sepaket dengan “bodoh”. Apakah memang selayaknya Dayat yang lugu, yang bodoh, tapi tulus hati itu harus menerima hinaan sedemikian rupa?! Bahkan si boss Baiq yang memang baik padanya, kadang terkesan mempermainkannya. Apakah orang-orang pintar, orang-orang cerdas, berhak menghina dan mempermainkan orang-orang dengan kemampuan di bawahnya?! Sementara Tuhan sudah bersabda bahwa semua manusia itu sama?!

Ah, nasibmu wahai orang-orang lugu…

Iklan

2 thoughts on “Dayat yang Bukan Fiksi

  1. Klo gitu silakan dengerin alunan tembang band The PanasDalam biar makin jreeeng drunkennya, hehehe

    => Hohoho…iya nih, dah di-donlodin banyak2 ma temen seruangan ^-^v

    [lah, menghindar dari pajak!!]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s