Me-refresh Cinta

Tiga malam terakhir ini pekerjaanku tak lain dan tak bukan adalah menyampul buku! (tentu saja setelah menyetrika dan nonton beberapa episode Nodame Cantabile) Gara-gara kehadiran 4 buah buku hasil Book Fair kemarin, aku beli sampul plastik cukup banyak. Akhirnya, tak cuma buku baru, buku-buku lama pun kusampul. Yang terbitan 70-an, terbitan 80-an. Yang sampulnya sudah usang aku ganti juga.

Sambil menyampul diam-diam, tiba-tiba aku berpikir tentang ibu. Ah, kenapa kegiatan menyampul ini jadi mirip kegiatan ibu mengganti tanah untuk bunga-bunga dalam pot-nya?! Senang rasanya melihat buku lamaku kembali bersinar dengan sampul barunya. Meski kertasnya sudah kuning, meski lecek, meski terdapat banyak noda. Mungkin seperti itulah perasaan ibu waktu mengganti tanah untuk bunga-bunga itu. Merasakan kesegaran yang akan muncul dari kehidupan baru yang diberikan. Dan memang, setelah tanahnya diganti, tanaman-tanaman itu seperti tumbuh dengan riang. Daunnya mengkilat dan cepat berbunga.

Aku mencintai buku-bukuku.
Ibu mencintai bunga-bunganya.
Kami memberikan tambahan nyawa untuk sesuatu yang kami cinta.
Kami telah me-refresh cinta.

Coda:
Menjelang liburan Isra’ Mi’raj hari Senin nanti, selamat buat orang-orang yang akan pulang, yang akan bersenang-senang dan menikmati liburan bersama keluarga… bersama teman… atau bersama seseorang.
Selamat, karena Anda berkesempatan untuk me-refresh cinta.

Sedang saya?!
Oh, saya sih akan telpon saja.

“Buk, ganok po-po, kan?!”

^-^v

Iklan

5 thoughts on “Me-refresh Cinta

  1. Beli buku tahun 70-an dan 80-an? Aku juga lagi nyari buku sejarah tahun segitu. Sampul buku sih kan udah disampulin sama toko bukunya, hohoho.

    => Di Book Fair kemarin belinya buku baru lah… Kalo buku lama, biasanya aku “dikasih” orang (menghiba meminta baru dikasih, hehehe) Kalo beli, mending langsung ke toko buku Balai Pustaka di sebelah kantor. Aku dapat Rafilus terbitan pertama di situ. Atau ke Senen eks Kwitang. Lebih murah. Soale kalo di pameran, biasanya yang ada bursa buku lama TMII, dan itu lumayan mahal menurutku. ^-^

    [omong2, “bau” buku lama itu kok begitu menggoda ya?!]

  2. sedang aku me-refresh cinta dengan mengganti asupan makanan untuk tubuhku dengan makanan-makanan lezat yang berbeda… (mmm)

    => Menurutku dengan begitu kamu malah memperburuk kondisi sesuatu yang kau cintai…

    Eh, tapi bentar. Kamu cinta tubuhmu atau makanan sih?! 😆

  3. Diriku punya buku Ramayana, karangan Sunardi D.M. tahun 1979 terbitan Balai Pustaka. Baunya juga khas 🙂

    Apa di Balai Pustaka sana buku-bukunya juga bau kayak gini juga yah?

    => Wah…kayae aku pernah baca buku itu, deh…

    Hehehe, iya mungkin. Karena bau buku2 lama itu begitu khas…

  4. bau buku lama yg menggoda…
    emang koq pernah lihat ada orang yg suka ngumpulin buku lama cuma karena suka baunya hahahaha

    dorama apa y…laliiii

    => Ho?! Mbak Hen ini lama2 jadi pakar dorama deh… hihihi ^-^

  5. kayaknya koleksi2 bukumu cukup lengkap. kapan2 pinjam ah, mbok aku butuh referensi buku sejarah tahun 70an atau 80an. awas kalau ga boleh!!

    => Aku ga bilang “ga boleh”. Tapi aku emang “ga punya”. Kamu salah minjem buku sejarah ke aku. Nur punyanya buku-buku sastra… ^-^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s