Depapepe – Sound of Soul

Sore-sore iseng sebelum pulang, kok tiba-tiba tertarik dengan Winamp yang lagi nge-play lagu-lagunya Depapepe. Itu band Jepang yang terdiri dari duo cowok bergitar. Lagunya?! Musik instrument aja. Tapi bagiku, sungguh menyentuh jiwa. Kucoba, sambil ndengerin, menuliskan perasaanku yang muncul saat mendengar musik mereka. Tentu saja buat aku yang ga ngerti musik, pastilah salah-salah dalam mengartikan. Yah, jadilah postingan ga penting ini. Dan (mungkin) masih akan bersambung pula. Maaf ya sodare-sodare, kalo aye nyampah di sini. Pan rumah aye sendiri… Hehehe…

Over The Sea

Laut yang luas, mentari terik, angin berhembus… Hawa yang hangat… Kau genggam tanganku dengan hangat. Sinar mentari menerobos daun-daun kelapa, bertelau-telau di bawah sana. Laut yang luas…laut yang luas. Bawa serta gundahku, tenggelamkan jauh ke dasarmu…

Kazami Dori

Jalan yang lebar…lurus…lurus tak tampak ujung. Pohon-pohon momiji di sepanjang tepi. Kita bersepeda, tertawa, gembira. Ini masa muda. Reguk candunya hingga tak bersisa. Pacu laju sepedamu, kayuh keras-keras. Ada banyak sekali energi tuk kita habiskan hari ini. Mari berlomba, sampai ke sana… Mengejar mimpi yang tak pasti. Tak mengapa, selama kita masih bisa bermimpi. Nikmati terus masa ini kawan… Karena masa muda hanya sekali… Jauh…jauh melewati panjangnya Kazami-dori. Di jalan ini kita ukir kisah kita. Kawan…Kita selamanya “teman”, bukan?!

Sanpomichi

Mari jalan sore-sore, hai nona yang di sana… Udaranya sejuk… Mentari tak seterik siang tadi. Taman dan jalanan menanti. Mari jalan sore… Lihat, bapak tua dengan nenek cantik itu… Lihat, adik bayi dalam timangan sang bunda. Gadis muda menyirami bunga. Ada pula jejaka lari sore-sore bersama anjingnya. Masa yang indah bukan?! Ayo jalan lagi… Tak selamanya manusia bisa menikmati syahdunya dunia…

Ii hi dattane

Waktu berlalu. Waktu berpacu dengan usia. Apa yang tersisa hari ini?! Pada senja, saat kutengok semua yang sudah kulakukan hari ini…Aku berharap semua baik-baik saja. Aku berharap ini adalah hari yang baik, yang akan berakhir dengan baik. Aku sudah berusaha semampuku. Kore wa ii hi, darou?! Tabun. Senja yang tenang, malam menjelang mengubur hari. Tak mengapa… tak apa-apa… selama ini hari kuhabiskan dengan berarti.

Gekijou Melancholic

Nada yang gelisah. Sedikit rahasia. Eksotisme negara tropika. Wine… Langit biru… Gedung-gedung dalam nuansa terakota. Mari menari… mari menari sayang… Mari mabuk dalam derita remuk redam jiwa…

Kitto Mata Itsuka

Berapa tahun sudah?! Berbilang bulan, berbilang ribuan hari… Masih juga kugenggam rasa itu di hatiku. Melewati masa, tak sebentar. Berlalu selang-seling kehidupan. Manusia yang selalu berubah. Aku berubah… dan kutahu dirimu pula. Tapi potret buram itu tetap sama. Harapan itu tetap ada. Karena aku yakin, kitto, suatu saat nanti… pasti…Kita bertemu lagi.

Mo tsuzuku… (tabun)

Iklan

7 thoughts on “Depapepe – Sound of Soul

  1. Kenapa kalau aku paling suka tu KAZE (ada di Album ACOUSTIC FRIENDS) dan KAZE ’07 Ver (ada di Album BEGINNING OF THE ROAD -collection of early songs-).

    ohohoho

    => Iya, aku suka hampir semua lagu di album Accoustic Friends itu. Bukan maksud niru2, lho.. aku juga suka Kaze. Selain karena nadanya manis, aku juga punya kenangan khusus (tt seseorang) kalo denger kata “kaze” atau “yuki” [yah, curcol…] 😆

    Postingan ini kan kubuat kilat, karena kemarin nulis keburu-buru dan cuma tt lagu yang lagi keputer. Sebenarnya aku juga suka Summer Parade, Sakura Kaze, Dream, dan beberapa lagu lain. Mungkin kapan2 kutulis juga di sini ^-^

  2. KAZE tu bukan karena nadanya manis, tapi karena temponya cepet, jadi bikin semangat gituh.

    => Oh…hehehe…kalo Nur karena manis seperti musim panas. Terasa cerah mentari dan hembusan angin… [lebay.com] ^-^v

    Oia, yang bikin semangat itu “Start”. Aku cuma bisa nemu kata “Let’s Go!” dalam menerjemahkannya. Tadinya mau ikut kuposting tapi kok cuma terdiri dari 2 kata… jadi kliatan aneh… 😀

  3. kalian berdua mirip ya…

    => Aku mirip ma sapa lagi nih, ren?! Bukannya wajahku mirip kamu?! Dan mirip Ncep… Dan mirip orang Pusintek… Dan mirip salah satu anak pondokan di poster Pak JK… (nasib orang berwajah pasaran) 😦

  4. Ping-balik: Jak-Japan Festival dan Me Time Yang Gagal | Hujan Cahaya Bulan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s