Sia-sia Jalan ke Bandung

Ups! Sebelum diprotes warga Bandung, dikira tidak mendukung pariwisata mereka, maka baiknya saya luruskan dulu. Yang saya maksud sia-sia di sini adalah sia-sianya saya karena udah jauh-jauh pergi ke Bandung (perjalanan kereta 3 jam cukup jauh kan?!), ke kota yang terkenal dengan distro dan wisata kulinernya, tapi saya ga sempet jalan-jalan. T-T

Sejak beberapa bulan lalu saya memang sudah mupeng banget pergi ke Bandung. Ini gara-gara salah satu artikel di majalah PT KAI yang menyebutkan bahwa perjalanan kereta ke sana adalah rute kereta api terbaik, karena di sepanjang perjalanan penumpang akan disuguhi pemandangan alam yang luar biasa. Pucuk dicinta, tiba-tiba saya mendapat surat tugas untuk Dinas Luar (DL) ke Bandung selama 4 hari. Yay!

Hari pertama, 13 Oktober 2009

Kami berombongan terdiri dari 4 orang: Mz Fey (atasan), mz Bay, Ncep, dan aku, berangkat dengan kereta Argo Gede. Keceriaan sedikit ternoda oleh kereta yang telat berangkat setengah jam. Namun kekesalan terhapus oleh fasilitas yang kami dapati. Dengan tiket seharga 50 ribu kami mendapatkan kelas eksekutif yang bersih dan nyaman (meski tetep, aku lebih bangga Gajayana) dan benar: pemandangan sepanjang perjalanan sungguh luar biasa! Subhanallah! Aku jadi mengerti kenapa pelukis dan sastrawan jaman dahulu suka mengabadikan keindahan tanah pasundan. Jalan berkelok-kelok, sungai mengalir jernih, gunung-gunung batu di kejauhan,dan lembah yang subur dengan sawah terasering bertingkat-tingkat. Bahkan para petani masih menggunakan kerbau untuk membajak! Agaknya pemandangan jaman kolonial akan begitu juga.. πŸ˜€ (Serius, saya membayangkan adegan Saijah dan Adinda!)

Kereta merapat, eh, sampai di Stasiun Bandung pukul setengah 1. Setelah makan siang di warung sebelah stasiun, kami langsung meluncur ke hotel untuk menaruh tas. Atas jasa rekan dari BC, kami sudah di-booking-in kamar di Hotel Kumala, di Jalan Asia Afrika nomor 114. Pertimbangannya selain sesuai dengan pagu (heu heu, kami kan jalan dengan uang negara), letaknya juga dekat dengan Gedung Keuangan Negara, tempat dimana 3 kantor yang akan kami kunjungi berada. Terus terang aku sangat puas dengan hotel ini. Walau tampak luarnya sangat sederhana, namun fasilitas di dalamnya sangat lumayan untuk tarif 300ribu/malam.

Sesudah sholat dhuhur, kami pergi ke Kanwil Bea Cukai di Jalan Asia Afrika nomor 140 (Nah, deket banget kan?! Seterusnya tiap pagi kami jalan kaki ke kantor! :p) Kegiatan monitoring SOP ternyata bisa kami selesaikan hari itu juga. Alhamdulillah, karena masih ada 4 kantor lagi yang harus kami kunjungi.

Malamnya baru kami sempat jalan-jalan. Awalnya aku sudah tertarik dengan Jalan Braga. Jalan yang pernah tercantum di buku teks pelajaran bahasa jepang jaman SMA dulu. Tapi diantara rombongan tidak ada yang setuju untuk pergi ke sana. Jadilah aku mengekor saja. Akhirnya kami makan di angkringan di jalan dekat situ (maaf, lupa nama jalannya).

Oiya, sebelum makan itu, kami melewati Gedung Merdeka, tempat dilaksanakannya Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Melihatnya aku merasa merinding, membayangkan kejayaan Indonesia di masa lalu. Betapa Indonesia begitu dihormati di mata dunia. Pencetus berbagai ide. Dijadikan panutan. Pendorong kemerdekaan banyak negara dunia ketiga. Dan aku jadi bertanya-tanya, bisakah kita kembali meraih kejayaan itu? (lebay-nya kambuh, maaf ya…)

Sesudah makan, kami jalan terus hingga sampai ke masjid Agung dekat alun-alun (?). Bukan ke masjidnya, tapi ke FO dekat situ. Sebenarnya mau ke Plasa Parahyangan, tapi rupanya tutup. Di FO, mz Fey dan mz Bay beli baju, sedangkan aku dan Ncep malah bengong, ga beli apa-apa. Wah, benar-benar kebalik mana cewek mana cowok nih…

Hari kedua, 14 Oktober 2009

Jadwal hari ini ke KPPN dan KPP Pratama. Semua selesai sesuai jadwal. Malamnya jalan lagi. Sekali lagi aku merajuk ke Braga, tapi lagi-lagi ga dikabulkan. Kami malah jalan ke Mie Naripan. Pulangnya menyusuri jalan Naripan, eh tiba-tiba turun gerimis. Sedikit hujan-hujanan sampai ke hotel. Aku masih merasa baik-baik saja.

Hari ketiga, 15 Oktober 2009

Pukul 01.00, aku terbangun. Badan rasanya ga enak banget. Wah, masuk angin?! Celaka, aku lupa ga bawa Tolak Angin! Kucoba membalurkan minyak telon ke sekujur tubuh, tetap ga ngefek. Ga bisa tidur hingga pukul 02.00, mulai berpikir cara lain. Mungkin kerokan bisa menolong?! Hiks, aku kan ga pernah kerokan… Mencoba ngerokin diri sendiri kok susah, akhirnya menegakan diri menelepon Ncep. Untunglah dia mau. Dikerokin sampe merah semua. Abis kerokan cerita-cerita bentar, eh, tiba-tiba aku muntah. Habis muntah dipijitin ma dia. Huuu, Ncep emang malaikatkuw!!

Sudah itu kembali ke kamar. Kupikir agak mendingan. Ternyata masih ga bisa tidur. Mual lagi. Muntah lagi. Terus ga bisa tidur sampai subuh. Tergolek lemas di tempat tidur. Menelepon rumah. Sholat dalam keadaan lemah. Tiduran lagi. Mandi. Merayap ke restoran. Pesan bubur yang hanya bisa kumakan 3 sendok. Mz Fey turun. Aku bilang aku sakit. Diijinin ga ikut ke kantor hari ini. Dan begitulah, aku benar-benar tumbang.

Pukul setengah 9, semua orang sudah berangkat. Ncep menelepon, kata manajer hotel, di perempatan jalan Naripan ada dokter yang stand by terus. Pukul 09.00 aku turun. Dengan badan masih meriang aku berjalan kaki. Selain karena bingung, juga di jalan AA itu ga ada lewat angkot. Nyampe di tempat yang dimaksud ternyata dokternya tutup. Ditawarin becak pergi ke dokter lain. Ternyata dianterin ke puskesmas di daerah Tamblong. Balik mampir Circle K, beli roti dan susu. Jalan kaki lagi balik ke hotel. Nyempetin beli soto, lagi-lagi cuma kuat beberapa suap. Nyampe di hotel badan mulai terasa demam. Tidur sampai siang. Siang-siang baru tahu kalo rombongan lagi lunch di jalan Braga. Mengumpat sedikit kenapa dari kemarin ga ada yang mau ke sana, sedangkan ketika aku ga kuat jalan dan ga bisa makan semua pada kesana. Tidur lagi sampai sore. Sorenya rombongan pergi ke Plasa Parahyangan. Meruntuk lagi karena ga bisa ikut, sedang aku pengin banget nyari baju buat adikku. Sampai malam mereka belum pulang. Terjebak hujan juga sih. Demamku belum turun. Kuputuskan untuk pesan room service saja. Cuma kuat makan separuh. Tepar lagi. Malamnya Ncep njenguk mbawain pisang goreng. Makan satu saja sudah mual. Tidur lagi.

β€œDan begitulah hari ketiga saya habiskan di atas tempat tidur.”

Hari keempat, 16 Oktober 2009

Aku dan Ncep (berdua saja) naik kereta api Parahyangan pukul 08.45, kembali ke Jakarta.

Huaaa, sebaaal! Masih dendam pengin balik ke sana!

Iklan

8 thoughts on “Sia-sia Jalan ke Bandung

  1. kenapa gak nginep di preanger aja, mbak? ke GKN tinggal nyabrang, tuh.

    jah, kalo mo jalan2 kek gitu, mending jalan sendiri!

    ngegrundel di ati sih, jadinya sakit, dah.

    v(^_^)

    => Ga nutut pagunya lah…

    Iya, tau gitu jalan sendiri. Tapi kok ya aneh liatnya, rombongan kok mencar2..

    mungkin aku memang kurang bersyukur 😦

  2. Salam Takzim
    Mengujungi sahabat di sore hari dengan tetap tiada bosan berdo’a semoga engkau tetap berada dalam keranda kebahagiaan bersama keluarga tercinta
    Salam Takzim Batavusqu

    => keluarga saya jauh di jawa timur 😦
    tapi semoga kami semua bahagia πŸ™‚

  3. kasian bgt jalan ke bandung malah sakit.. Tp laen kali jgn mau ngekor.. Tetep ngekeh k braga dulu slnya kl udah dbw kesono. Yg tadnya blg males pasti jd yg gemar clinguk2.. Hehehe..

    => hihihi, rombongan kalo misah ya aneh to, mas… Gpp lah, pengalaman yg mahal harganya. Tapi kalo gini kan jadi masih dendam pengin ke sana, jadi ada alasan untuk ke bandung lagi πŸ˜€

  4. Salam Takzim
    Setelah mendengar butiran-butiran hikmah Idul Adha di masjid dan di tanah lapang, mari kita aplikasikan hikmah semangat berqurban kepada sesama dan kerja keras sekeras ibunda Hajar dalam mendapatkan setetes air cinta untuk Nabi Allah Ismail.
    Salam Takzim Batavusqu

  5. Pernah dapet jatah nginep 3 hari di Preanger, gak betah cuman sehari doang yg dipake sisanya mabur ke rumah temen di Cimahi πŸ™‚

    => rada serem gitu ya pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s