Manusia Tanpa Kepala

Pernahkah kalian menggambar manusia tanpa kepala?

Pasti jadinya aneh. Atau kalau nggak ya serem banget. Hii…

Saat ini aku sedang membaca satu novel. Penulisnya salah satu idolaku. Di novel ini, dia bereksperimen, keluar dari pakem biasanya dia. Walau begitu, aku rasa dia berhasil. Novel ini sangat menarik, berbeda tapi tetap satu nafas. Seperti anak yang mirip bapaknya, tapi ya tetap mengandung unsur-unsur ibunya.

Memang aku belum selesai membaca, baru dapat sepertiga. Tapi entah kenapa, ada sesuatu yang mengusikku.

Pernah merhatiin cerpen, cerbung, novel, atau novelet yang temanya adalah cinta muda-mudi?! (halah, bahasaku rek!) Disana biasanya ada konflik: cinta terhalang orang tua, cinta terhalang kasta, cinta terpisah jarak, cinta yang tak peduli dengan kekurangan, mencintai meski dia cacat fisik, dsb, dsb. Nyadar nggak, diantara kisah cinta dengan range masa SMA sampai kuliah itu (kadang sampai lulus kuliah juga), jaraang banget yang menulis tentang cinta terhalang agama/keyakinan…

Yang pada dasarnya untuk cerita bergenre ini, memang jarang sekali masalah agama disinggung. Si tokoh utama cewek/cowok nggak pernah diceritain lagi sholat, pergi ke masjid, menghadiri misa, sembayang di pura, atau lagi bermeditasi di wihara. Haduuh, siniin deh kalo ada yang nemu cerita kaya gitu. :p

Oiya, perlu ditegaskan di sini, yang kumaksud itu cerita-cerita yang bukan keluaran penulis FLP atau kumpulan penulis yang identik dengan satu agama lho! Atau cerita yang dibuat dalam rangka menyambut momen hari raya agama tertentu. Hehehe…

Yah, mungkin memang masalah agama tidak sesuai bila disinggung di cerpen/novel yang ditujukan untuk remaja. Terlalu berat, nggak sesuai usia, belum saatnya mereka mikir yang berat gitu. Cuma kok aku tiba-tiba merasa, cerita seperti itu tuh kaya lihat gambar manusia yang kurang lengannya ya? Entah kurang kaki?! Pokoknya kurang salah satu organ tubuh. Dan sayangnya, novel yang sedang kubaca demikian pula. Padahal nggak harus berkonflik dengan agama sih… Tapi coba masukkan agama sebagai bagian dari kehidupan si tokoh, menurutku itu sudah cukup.

Karena menurutku, hidup tidak lengkap tanpa agama/keyakinan. Bahkan seorang atheis sekalipun, dia tetap punya keyakinan, kan?! Paling tidak dia yakin kalau tuhan itu nggak ada. :p

Hm.. ini pula sebenarnya alasan kenapa nur lama banget nggak nulis cerpen lagi. Menjawab pertanyaan beberapa teman SMA, iya, karena nur sampai sekarang belum bisa memadukan agama ke dalam cerita. Meski ketidakmampuan mendalami karakter-karakter manusia juga menjadi masalah utama, namun yang paling kerasa adalah masalah agama ini. Karena setiap tulisan seperti perkataan yang harus dipertanggungjawabkan, nur takut cerpen/cerita yang nur buat sama sekali nggak mendidik, nggak bermakna, dan hanya jadi penambah mimpi belaka. 😦

Semoga suatu saat nanti aku bisa melukis manusia utuh dengan kepala.

Iklan

3 thoughts on “Manusia Tanpa Kepala

  1. wahaha…
    begitu yaa…

    aturan bikin novel tu emang kayak ayat2 cinta ya…
    :p

    => yah, paling ga menurut orang awam yang ilmunya dangkal ini yan… :p

    Hm, ga harus novel religi sih. Aku cuma ingin agama diakui sebagai bagian dari kehidupan saja.

  2. mungkin ini bisa jadi inspirasi;

    http://wijna.web.id/beda_agama.htm

    => wah, wis, kok jadi berat gitu?! padahal aku ga lagi ngomongin nikah beda agama lho.. hehehe

    Cuma ingin di cerita2 yg netral itu, kehidupan agama diikutsertakan, sama seperti kegiatan makan, minum, dan tidur :p

    Tapi tulisan2mu bagus. Ngena banget yg di bagian :berarti iman mereka dua2nya ndak kuat. Hahaha, betul betul… 😉

  3. Ping-balik: Bukan Resensi « C’est Moi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s