Soulmate

Kemarin waktu lewat Senen Poncol yang di pinggir jalannya ada lapak yang jual sepatu kets 35 ribuan, tiba-tiba aku teringat adikku.

Itu karena pada kali pertamanya dia ke Jakarta dulu, dia bilang pengin mampir ke situ. Aku dan adikku hanya dua bersaudara, karena itu hubungan kami sangat kuat. Dengan adikku, kami seolah selalu sehati. Dan juga saling melengkapi. Mungkin karena sama-sama virgo. Selera kami sama, kesukaan kami hampir selalu sama. Aku pertama kali makan pisang sale waktu kos di Bintaro dulu. Aku sangat menyukainya. Setahun kemudian ketika pulang, di rumah tiba-tiba adikku ngomong, “aku suka sekali pisang sale”.

Tiba-tiba aku terpikir, itukah yang dinamakan soulmate? Saat dua hati tanpa perlu banyak cakap akan saling mengerti?! Saat segala sesuatu diantara dua orang begitu pas dan serasi?! Orang bilang cinta itu pengertian. Ya, apakah soulmate itu yang ketika kita mampu memaafkan segala kesalahannya, dan menjalankan hubungan hati dalam pengertian memberi tanpa menuntut balasannya nanti?!

Dalam makna itu, tiba-tiba aku teringat padamu.

Sejak kita dipertemukan dua tahun lalu, disatukan dalam bagian yang sama, melakukan banyak pekerjaan berdua, rasanya kita hampir selalu sehati. Mungkin karena sama-sama virgo. Mungkin karena banyak orang bilang kalau kita mirip. Mirip wajah seharusnya mutlak tidak. Kurasa karena kita sama-sama berjilbab. Kurasa karena kita sama-sama perempuan. Yang sebenarnya kita lebih tepat bila disebut saling melengkapi. Seperti adik kakak (hei, beberapa temanku mengatakan kita memang terlihat seperti adik kakak kandung!) Aku yang lebih tua tapi sebenarnya lebih kekanakan (kolokan kata Bu Lala) dan kamu yang manja. Ingat ga, dulu kita sering tak sengaja memakai baju dengan warna yang sama. Denganmu aku tak perlu banyak bicara. Mengerjakan tugas kantor jadi lebih mudah. Tak perlu menjelaskan ini itu, kamu sudah mengerti apa yang kumau.

Yah, tentu saja tak selamanya mulus. Kadang aku marah padamu (sifat pemarahku yang template dari sononya ini). Tapi denganmu, aku tidak bisa marah lama-lama. Begitu mudah untuk meminta maaf dan meluruskan masalah. Mudah pula untukku untuk memaafkan dan mengertimu.

Dan darimu aku belajar satu hal: memberi. Ya, dulu jarang sekali aku memberi sesuatu pada temanku. Ah, sifat pelit yang terkutuk ini! Tapi berkatmu aku mulai membiasakan diri untuk lebih sering memberikan sesuatu pada orang lain. Karena memberi tak pernah merugi.

Kau sangat mengerti sifat-sifatku. Kau tahu bagaimana seharusnya memperlakukanku, saat aku marah, saat aku sedih. Kau tahu, aku sangat pemalu untuk urusan perasaan. Tubuhku menegang dan jadi kaku sekali saat aku memberi sesuatu padamu, bukti bahwa aku sangat menyayangimu. Rasanya wajahku merah padam saat berkata tentang perasaan sayang, tentang perasaan kasih. Tapi kau bersikap tenang. Ah, terima kasih untuk itu.

Dan kini, aku terpisah darimu.

Lebay! Tapi kau tahu, aku benar-benar sedih karenanya.

Karena kuanggap hambatan geografis yang menghalangi kita akan menjadi masalah besar. Karena akan dibutuhkan lebih banyak energi untuk menjaga pertemanan ini. Kita sudah pernah mengkhawatirkannya pada saat dinding di lantai 17 menjadi penghalang kita. Dan itu terbukti. Sekarang tak cuma dinding, karena jarak ini semakin jauh.

Mungkin aku akan tetap bersedih dan menangis, andai salah satu temanku tak menasihatiku. Mungkin ini memang jalanmu. Mungkin ini memang yang terbaik bagimu. Maka tak selayaknya seorang teman bersedih atas itu. Tak selayaknya seorang teman menghalangi temannya dari masa depan yang cerah.

Karena itu, aku bahagia. Aku bahagia untukmu. Walau aku harus kehilangan teman. Walau aku harus kehilangan…soulmate?!

PS: ini foto favorit kita berdua

Jaga diri baik-baik, ya…

Iklan

2 thoughts on “Soulmate

  1. lah, emang si encep mo kemana, mbak?

    buset dah, emang di malang kagak ada sale pisang, yak? di pekalongan noh, bejibun!

    => pindah bagian. hihihi, aku aja yg lebay

    Nah lho, makanya kalo balik jakarta bawain aku… :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s