Perempuan dalam Sepi

Ada yang menarik waktu Dharmawanita Organta melakukan kegiatan “wisata rohani” hari Jumat kemarin. Hari itu, seluruh pegawai wanita Organta beserta pensiunan dan istri pegawai pergi ke Masjid Kubah Emas di Depok. Terhitung sekitar 25 orang “cabut” dari kantor. Dan jadilah Biro Organta sehari itu menjadi “Negeri Lelaki”.

Begitu kami pulang (itu sekitar pukul 3 sore), kami “disambut” dengan berbagai protes (ck, padahal udah dibawain kue :p). Ada yang ngomong secara langsung, ada yang menuliskannya di komen fb. Intinya sih mereka kesal, “Seharusnya ada Dharmapria. Biar kalian ngerasain gimana sepinya kantor!”.

Hohoho, baru ditinggal setengah hari kalian sudah merindukan kami?! 😉

Aku jadi heran (yang emang langsung membalas komen di fb), “Bukankan kalian lebih sering ninggalin kami pas jumatan?!”. Nulis spontan tanpa berpikir, namun setelah dipikir-pikir memang benar juga. Dari dulu, kaum pria sering sekali meninggalkan kaum wanitanya.

Wanita kuno Jepang sangat terampil menggunakan tombak. Kenapa?! Karena dahulu mereka harus bisa melindungi diri sendiri, rumah, dan keluarga ketika para suami pergi berperang. Wanita-wanita di Ranah Minang mengendalikan segala urusan sosial karena para pria pergi merantau. Wanita-wanita jaman dulu biasa hidup mandiri ketika ditinggal lelaki. Ada aja alasannya seperti berperang, mencari rezeki, bahkan beribadah! Seperti perang untuk jihad, kan ibadah tuh. Juga semisal dana yang ada untuk pergi haji hanya cukup untuk membiayai sang suami.

Kalau begitu, wanita lebih tahan terhadap sepi, ya?!

Hm, jadi ingat Rabiah Al Adawiyah. Wanita sufi yang tetap menjaga kesuciannya dengan menolak pinangan banyak lelaki. Dia bisa hidup tenang dalam sepinya dengan beribadah pada-Nya.

(Catatan untuk menguatkan diri di dalam “sepi” ini)

Iklan

2 thoughts on “Perempuan dalam Sepi

  1. Berpergian sesuai waktu yang telah disepakati dalam surat ijin keluar. Semestinya tak tercantum tulisan “pukul sekian hingga selesai”. Ini bukan masalah sepi, ini masalah tanggung-jawab.

    => hehehe, padahal kalo pengajian rutin di lantai 12 juga sampe lama, tapi mereka ga protes (soale ga semua ikutan kali ya?!) Jadi malu… >__<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s