Ya ya… Kita Kan Terus Berlari

Pada keadaan seperti apakah sebuah prinsip itu boleh dilanggar?!

Mungkin jawabannya: saat darurat yang mengancam jiwa, maka bolehlah kita melanggar prinsip. Namun bagiku, begitu hati mengatakan bahwa aku harus melanggar prinsip, maka aku akan melakukannya. Dengan begini memang terkesan aku tak punya prinsip. Buat apa punya prinsip kalau dilanggar-langgar sendiri?! Hmm, menurutku karena prinsip dibuat oleh hati, maka hati pulalah yang berhak melanggarnya. Tidak setuju? Ya silakan, tapi kurasa ini memang hanya boleh berlaku pada diriku sendiri. Tokh 90% takdirku kujalani berkat panduan perasaan, bukan pertimbangan akal.

Kok mbulet se?! Intinya aku sedang “sedikit” menyesali tindakanku yang melanggar prinsip, yang kulakukan pada akhir pekan lalu. Sedikit, karena aku juga bersyukur telah nekat melanggarnya. Aku merasa untuk pertama kalinya aku mencoba membuat satu langkah besar dalam hidupku. Walau ternyata TIDAK BERHASIL dan aku terpaksa mundur, tapi tak mengapa. Paling tidak aku sudah membuktikan keberanianku untuk tidak tetap “diam di tempat”.

Trauma?! Sedikit. Siapa sih yang ga trauma dengan kegagalan?! Mungkin perlu waktu sebulan dua bulan untuk menyembuhkannya. Dan sesudah itu, aku yakin, aku akan bisa bangkit lagi. Aku percaya semangat ini seperti rumput, biar terpangkas pun dia akan terus tumbuh.

Kono namida ga aru kara, tsugi no ippo to naru…

Ya, karena jalan ini sudah pernah bersimbah air mata, maka aku akan tetap maju. Benar kan, bang Iman?! (nglirik Iman J-rocks)

Ya ya kita kan terus berlari…
Ya ya tak kan berhenti di sini.

Iklan

6 thoughts on “Ya ya… Kita Kan Terus Berlari

  1. dan jangan takut untuk kesandung ketika engkau berlari..
    hihihi…kagum dengan langkah besarmu.

    => hehehe… suatu saat nanti pasti sampe di tempat itu 😀

  2. waaahh,,,langkah besar???apa Nur???penasaran??
    ajari aku untuk bisa melangkah lebih besar lagi…

    😀

    => Hm.. ga semua bisa menerapkannya, fi… dan kurasa kamu udah ga perlu melakukannya.

    Kalau tentang langkahku, suatu saat nanti kamu akan tahu… 😀

  3. heuu..jadi penasaran kasus nya kayak apa mba Nur? *kepo* abisnya sampe bersimbah air mata segala loh.. *elus2 pundak mba Nur*

    jadi keinget kata-katanya Rasulullah saw yang barusan kubaca (baruuuu aja loh sebelum baca post ini!) yang mahfum nya.. seorang muslim yang terbaik bukanlah yang tidak pernah buat kesalahan, akan tetapi mereka yang berbuat kesalahan namun menyadarinya, belajar dari kesalahan, memperbaikinya, dan menjadi seseorang yang lebih baik lagi…

    mungkin mba Nur dah pernah denger hadits ini, jadi.. tetep semangat yah ~ p(^__^)q

    => hehehe, daijobu da yo, mari-chan

    Nggak, yg kulakukan bukan semacam kesalahan atau dosa. Hanya saja tidak sesuai dengan prinsipku selama ini. ^-^v

  4. hem, aku masih mengira2 hal yang mana…
    iya, setuju sama kata septi.
    jangan takut kesandung kalo lari2…
    😛

    bukan TIDAK BERHASIL mungkin nur, tapi cuma BELUM BERHASIL…

    => Yup, belum berhasil. Ga tau kalo sekarang disebut udah berhasil apa ga?! :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s