Merasai Sebelum Menjalani

3 tahun lalu, saat masih PKL di Direktorat APK, setiap pulang aku harus berjalan kaki sekitar 1 km dari kantor yang terletak di Jalan Budi Utomo ke Kantor Pegadaian di Jalan Senen Raya untuk naik metromoni ke Arah Tanah Abang. Biasanya jalannya bareng-bareng bersama Feris, Koni, Fajri, dan Rosid (kalau ga salah inget). Nah, karena menuju Senen Raya, mau ga mau harus melewati dulu Jalan Wahidin. Saat itulah aku tertarik pada sebuah gedung berwarna biru yang tampak megah. Biru seperti lengkung gerbang Stadion Kanjuruhan.

“Itu gedungnya Bu Mentri,” kata Feris menjelaskan.

O ya?! Wah, pantesan cantik sekali. Dari seberang jalan, melalui pagarnya yang jarang-jarang, aku bisa melihat tembus ke dinding kaca lantai dasar, tangga yang meliuk naik ke lantai dua. Waktu itu aku berpikir, gimana ya rasanya bekerja di gedung seindah itu.

Tapi aku tak berani bermimpi. Aku anak Perbendaharaan. Seharusnya aku lebih bersiap untuk hengkang dari pulau Jawa.  Maka setelah (ternyata) diterima di Sekretariat Jenderal, saat datang pertama kali untuk daftar ulang, aku terhenyak: lho, Setjen itu di gedung biru ini?!

Maka disinilah aku sekarang bekerja, di gedung biru yang dulu setiap kali memandang, kurasakan suatu getaran-getaran halus. Ya, aku “merasa”, suatu saat aku akan punya kisah dengannya. Dan ternyata benar, gedung itu benar-benar datang di masa depanku.


Hal yang hampir sama terjadi semalam. Setelah 2 tahun lebih terputus dari jaringan liqo, aku mencoba untuk kembali menjalani rutinitas itu. Alamat yang diberikan murobbiyah baruku tak kukenal, sampai-sampai aku sempat nyasar ke gang lain. Tapi begitu menemukan alamatnya aku bengong. “Lho, ini kan taman bermain yang dulu setiap kali melewatinya, aku selalu menolehkan kepala.” Ya, dulu setiap kali pergi ke kost mbak Ndunk, aku melewati taman bermain itu dan entah kenapa, begitu tertarik pada play group islami yang nyempil di gang kecil tersebut. Yah, sepertinya mulai sekarang aku akan lebih sering mengunjunginya.  🙂

Tak hanya dengan tempat, hubungan dengan orang lain pun kadang kumulai dari getaran aneh yang timbul di masa lalu. Ketika memasukkan formulir pendaftaran di SMA, sebelum pulang, aku sempat mampir untuk melihat nama-nama anak yang sudah diterima. Pada urutan kedua dari atas, kutemukan sebuah nama. Awalnya kupikir dia adalah teman SMP-ku, karena namanya hampir sama. Tapi ternyata dia anak laki-laki, dan berasal dari SMP di kota. Seharian itu, namanya tak bisa hilang dari otakku. Aku tak tahu kenapa. Padahal aku tak mengenalnya. Padahal aku tak pernah bertemu dengannya. Namun nama itu telah mengusikku, menimbulkan getaran-getaran aneh yang tak kumengerti. Memang sih, setelah ternyata kami sekelas, selama tahun pertama aku bahkan hampir lupa dengannya. Tapi sesudahnya, pada dialah aku pertama kali jatuh cinta.

Kejadian berulang ketika 3-4 tahun lalu, ada seseorang yang menarik perhatianku. Aku tak mengenal namanya. Sama sekali tak mengetahui sifat maupun kehidupannya. Hanya setiap kali dia berkelebat, leherku begitu saja terjulur mengarahkan kepalaku untuk melihatnya. Aku asyik memandangi punggungnya, dengan sepenuhnya sadar bahwa bukan rasa cinta atau suka yang mengusaiku saat itu. Ya, alam bawah sadarku sepertinya sedang berkata: tunggu nur, suatu saat kau akan punya kisah dengannya.

Dan begitulah. Masih banyak hal yang tak kita mengerti. Apalagi tentang masa depan. Jelas, kita tak akan pernah dapat mengintip masa depan. Namun kadang alam seolah berbisik, memberi kita gambaran akan masa depan itu. Hemm, mungkin jika kita lebih peka, kita bisa lebih siap menghadapinya. 😀

Iklan

6 thoughts on “Merasai Sebelum Menjalani

  1. aku juga pernah merasakan itu..
    berkelebat dalam hati, sesuatu yang sulit dimengerti..

    => he’em. kamu dan jogja. hehehe ^-^v

  2. hueheheh anak biro apaan nih? Saya mantan kuncen Gedung Induk … jadi perasaannya lebih nyangkut di Gedung Induk :))

    => Organisasi genangan air mata pak.. hehehe. Bapak sekarang dimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s