Berapa yang Ideal?

Pagi tadi sedikit berdebat dengan suami.

Aku mengeluhkan waktu tidurku semalam yang cuma 5 jam. Walhasil hari ini aku sedikit merasa pusing. Aku bersikukuh, untuk umur produktif seperti sekarang, waktu tidur yang ideal adalah 6 jam. Suami menyanggah, itu  hanya akal-akalan sekelompok orang yang menggembor-gemborkan waktu tidur ideal 8 jam (tak mau kusebut siapa yang dituduh, takut blog ini menjadi SARA). Seperti biasa aku ngotot: adek kan bilang 6 jam, bukan 8 jam! (cara berdebat dengan suami yang tidak patut ditiru ya adek-adek…)

Tentu saja perdebatan seperti ini tidak berlanjut. Hehehe…

Tapi sekarang aku jadi penasaran. Sebenarnya, berapa waktu tidur yang ideal untuk manusia dewasa? Aku sebenarnya termasuk yang tidak percaya dengan dogma 8 jam. Pendapatku masih berpegang kuat pada tradisi orang jawa: semakin banyak usia, seyogyanya semakin sedikit waktu tidurnya. Semakin kita menua, harus lebih banyak waktu yang digunakan untuk ng-ibadah. Itulah sebabnya kenapa waktu tidur harus dikurangi. Kan tidak selamanya kita menjadi bayi.

Sedang untukku, aku minta sedikit tambahan waktu tidur dengan alasan lagi hamil 😀

Pernah di facebook ada seorang teman yang mengeluh di statusnya bahwa ia jatuh sakit setelah mencoba tidur hanya 2-3 jam per hari. Dia ambruk setelah seminggu. Menurutnya seharusnya manusia mampu tidur seperti Rosul yang hanya 2-3 jam sehari. Seorang kawannya mendebat bahwa kebiasaan itu tidak bisa diterapkan pada manusia modern yang hidup di lingkungan penuh polusi, makanan tidak sehat, jarang olah raga, dan sederet gaya hidup tak sehat lainnya.

Jadi, kalau menurutmu, yang ideal itu berapa?!