Ngidam

Alhamdulillah, sampai saat ini, dedek ga pernah rewel.

Kecuali kebenciannya pada makanan warteg. :p Tapi tak apa, selama dia jadi lebih suka masakan umminya (walau sering kali masakan itu tidak enak juga :D)

Yang sering ditanyakan orang kepadaku selain masalah mual adalah masalah ngidam. Ngidam apa selama hamil?!

Kami (aku dan kawan-kawan seruangan) pernah berdebat masalah ngidam ini. Menurut nyomen, ngidam hanya ada di budaya Indonesia. Orang luar negeri tidak mengenal ngidam-mengidam. Menurutku, dari yang pernah aku dengar, selama ngidam itu berisi keinginan untuk mendapatkan sesuatu, maka itu berarti alarm tubuh bahwa MUNGKIN sang ibu sedang defisiensi sesuatu zat yang bisa dipenuhi dengan memakan makanan yang diidamkannya. Sedangkan bila ngidamnya berisi keinginan aneh-aneh agar pasangan melakukan sesuatu hal (ngidam juga bisa terjadi pada suami), artinya orang itu HANYA sedang ingin mendapatkan perhatian lebih dari pasangannya. Wallahu’alam.

Kalau kuingat-ingat, yang ingin kumakan itu selalu aneh-aneh dan susah dicari. Jadilah aku tak terlalu peduli bila aku ingin sesuatu. Sebenarnya sih tidak aneh, tapi tempatnya yang kebanyakan ada di Jawa Timur itu yang menyusahkan. Atau lagi tidak musim. Berikut makanan-makanan yang SEMPAT kuinginkan, tapi karena menyadari bahwa susah dicari/lagi pantang, sampai sekarang belum keturutan:

1. Pangsit mie Malang

Pangsit mie Malang beda dengan pangsit mie di sini, apalagi dengan mie ayam (ya iyalah beda jauh). Susah mendeskripsikannya. Mienya cenderung kering (dan lebih enak dimakan tanpa kuah) dengan potongan daging ayam, sawi, dan pangsit goreng. Tak pernah kutemui di sini mie pangsit yang benar-benar mirip dengan pangsit di Malang. Jadilah keinginan ini pelan-pelan kulupakan.

2. Buah bapel/kenitu/genitu/kernatu

Gara-gara jalan ke tempat liqo’ melewati halaman belakang RS Persahabatan, aku mupeng liat buah bapel yang bergelantungan pada salah satu pohon yang tumbuh di sana. Tanya ke rumah, di sana juga lagi ga musim. Mau minta ke penjaga kebuh RS, kok kasihan karena buahnya emang jarang-jarang dan rata-rata berada di pucuk pohon. Mana pohonnya besar banget! Yah sudahlah, belum jodoh dengan buah bapel.

3. Cappucino di Dunkin Donuts Arion

Rentang masa perkenalan hingga pernikahan yang tepat “cuma” 9 bulan, otomatis membuat kami jarang mengalami yang namanya kencan-seperti-layaknya-orang-normal. Setiap pertemuan kala itu lebih kaya meeting, membahas progress persiapan pernikahan, membeli sesuatu dalam rangka persiapan, atau lebih mengenaskan lagi: mengerjakan tugas kuliah. (-_-!) Maka ketika satu kali mz nug mengajak mampir ke Dunkin Donuts di Arion plasa, wuahhh, senangnya tak terkira! (padahal itu memang dia lagi kelaperan) Yah, maklum, seumur-umur aku belum pernah duduk-duduk di DD. Pengin banget ngerasain yang namanya duduk-duduk ngobrol di cafe. Waktu itu kami pesan 3 buah donut (apa 5 ya?!), mz nug pesan softdrink, dan aku minta cappucino. Dan rasanya itulah cappucino terenak yang pernah kurasakan! Sekarang tiap kali melewati DD Arion, aku selalu memandang kursi yang pernah kami duduki dulu dengan perasaan ngiler. Ngiler aja, soalnya ibu hamil ga boleh minum kopi! 😦

4. Takoyaki di Takoku, lantai 5 ITC Mangdu

Dulu aku pernah kelayapan sendirian di Mangdu dan iseng nyobain takoyaki di lantai 5. Itulah takoyaki pertama yang kumakan. Aku merasa saat itu rasanya sudah termasuk enak. Ga tau dengan takoyaki melawai yang direkomendasikan banyak orang itu. Sekarang lagi pengin tako, tapi karena selama hamil ga kuat jalan lama di keramaian, jadinya keinginan pergi ke Mangdu selalu tertangguhkan. Ah, dedek ga suka belanja nih! :p

Iklan

9 thoughts on “Ngidam

  1. Itulah toko donat yang sering kusebut dalam tulisan-tulisanku, Mbak. Menu sarapan tiap Sabtu: telur dadar dan kopi hitam hangat plus serombongan gadis-gadis kecil. 😀

    Kursi favoritku: kursi berbantalan empuk dengan meja bundar kecil tepat di samping pintu masuk bagian samping yang menghadap televisi.

    Pernah diceritain juga ama temen tentang bedanya mi ayam dari Malang. Tapi gak ngerti, kek gimana sik? (doh)

  2. Nasihat orang-orang tua tentang wanita hamil :

    Apa-apa yang dirasakan ibunya, akan berpengaruh pada karakter dan sifat anaknya kelak. Karena itu si ibu harus dijaga jangan sampai berlarut-larut merasa sedih, kesal, jengkel, depresi, stress, dan perasaan negatif lainnya.

    Karena itu muncul kebiasaan umum untuk selalu menjaga dan memenuhi kebutuhan wanita hamil, dan sebagai reaksinya pada si wanita timbul keinginan-keinginan tertentu yang ia pegang terus menerus.

    Jika keinginan-keinginan itu sesuatu yang sulit dilakukan suami, biasanya karena ada perasaan kesal terpendam yang disimpan wanita terhadap sikap suami selama ini.

    Jika keinginan-keinginan itu sesuatu yang mengingatkan pada masa lalu, maka si wanita itu, disadari atau tidak, merasakan bahwa hidupnya yang dahulu adalah lebih baik dari hidupnya sekarang ini.

    Sekian terima kasih, huehehe.

  3. Ping-balik: Harga Sebuah Perjuangan « C’est Moi!

  4. Ping-balik: Tentang Makanan dan Apa yang Kau Makan « C’est Moi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s