Harga Sebuah Perjuangan

Sebenarnya kejadiannya sudah lewat 2 minggu, tapi aku masih suka senyum-senyum sendiri kalau mengingatnya. 😀

Jadi karena aku pernah memposting tentang ngidamku, kali ini aku ingin cerita tentang bagaimana caraku memperoleh keinginanku.

Pertama kali ketika ngidam mie pangsit Malang, aku bela-belain jalan sekitar 300m dari kontrakan untuk mendapatkan cwi mie (tertulis demikian di spanduknya) yang letaknya di depan Pusdiklat Bea Cukai. Ternyata, cwi mienya kaya mie ayam biasa. Sedih banget waktu itu. Ga aku habisin.

Lalu sekitar hari kamis 2 minggu lalu, sempat kepengin makan bubur sum-sum pagi-pagi. Setelah menyetorkan jari-jari ke mesin absen, aku muter kompleks kantor. Tujuan pertama, kantin di Gedung B yang konon menyediakan menu bubur sum-sum tiap pagi. Ternyata tutup. Maka lanjutlah aku jalan menyusuri jalan Wahidin 2. Tetap ga nemu. Sedih lagi. Jumatnya, pas pengin makan opor ayam di kantin basement, ternyata standnya tutup. Hiks!

Dan kesedihanku terbalas pada hari minggu.
Baca lebih lanjut