Susahnya Nyari yang Halal (up date)

Setelah memposting tentang ini, aku sempat membicarakannya dengan teman liqo’ku. Sampai lewat seminggu aku masih yakin akan kesimpulan dari usahaku mencari tahu via surfing internet selama 2 jam itu. Namun semalam, temanku tadi mengirim sms berisikan pesan untuk berhati-hati terhadap es krim magnum karena mengandung lemak babi. Disebutkan bahwa sumbernya adalah Majalah Ekonomi Syariah, dengan pengirim Islamic Center Media.

Yaelah! Lagi-lagi masalah kode E471. Aku benar-benar pengin misuh waktu itu karena bagaimanapun aku merasa berdosa bila ternyata kesimpulanku yang terlanjur kupublish di blog ini menyesatkan pembaca. Curiga, aku segera meraih bungkus coklat cadburry yang kebetulan masih separuh kumakan. Dan benar saja, kode E471 itu juga tertera di sana. Bedanya dengan magnum, logo halal cadburry yang kumakan berasal dari majelis ulama Malaysia.

Dilema donk yaaa…karena dugaan pertamaku adalah: E471 pasti ada di semua produk coklat!

Akhirnya, pagi ini lagi-lagi aku menghabiskan waktu untuk browsing. Berdasarkan om wiki, kode E merupakan singkatan dari Europe. Kode ini mengacu pada semua bahan tambahan sintetis pada makanan. Misal, E100-199 untuk pewarna. Sedangkan E400-499 sendiri adalah kode khusus untuk emulsifier dan stabilizer. (Jadi kalau ada yang bilang kode E adalah kode untuk bahan-bahan dari babi, itu adalah HOAX)

Hasil browsingku selanjutnya menemukan fakta bahwa perdebatan mengenai E471 ternyata sudah berlangsung lama di Malaysia. Bahkan kalau aku membaca pada salah satu komentator di blog tersebut, E471 sempat juga menjadi perdebatan di India. Untungnya, link ini memberikan penjelasan yang menurutku paling masuk akal tentang E471.

Additives which are ALWAYS of animal origin, such as (HARAAM):

  • E120 Cochineal : a red colour obtained from female insects
  • E441 Gelatine : derived from the bones and/ or hides of cattle and/ or pigs
  • E542 Edible Bone Phosphate : an extract from animal bones
  • E904 Shellac : a resin from the lac insect

While some additives with a common code such as E47, can be either of animal or plant origin and this latter type needs to be investigated on a case-by-case basis per product/ manufacturer.

The main additives you need to be aware of are:

  • Glycerol / Glycerin / Glycerine (E422) – haraam if obtained from pork or non-halal meat sources.
  • Emulsifiers (E470 to E483) – haraam if obtained from pork or non-halal sources.
  • Edible Bone Phosphate (E542) – haraam if obtained from pork or non-halal meat sources.

Jadi, kode E471 bisa halal atau haram, tergantung dari bahan penyusunnya. Untuk cadburry yang kumakan semalam, pada komposisi bahannya, dia menulis “emulsifier (lesitin soya, E471)”. Dari situ aku menduga, emulsifier yang digunakan berasal dari kedelai, sehingga halal dikonsumsi.

Selain itu, aku juga telah mencoba mencari tentang majalah ekonomi syariah dan islamic centre media via mbah google, tapi sayangnya tidak menemukan satu pun situs resmi mereka. Untunglah aku ga panik memforward SMS tadi. Kesimpulanku, kita harus berhati-hati terhadap email dan SMS berantai.

Terakhir, bantahan secara lengkap mengenai berita keharaman magnum adalah pada thread kaskus ini. Jadi, monggo pembaca menyimpulkan sendiri ^-^v

Iklan

4 thoughts on “Susahnya Nyari yang Halal (up date)

    • ehehehe, iya…karena males nanya ke BPOM, jadi lebih suka bikin kesimpulan dari browsing2 kaya gini…

      Insyaallah kalo ada yg ngasih tau, saya email. Tapi sekarang saya udah mutung (putus asa) nyari tahu sendiri. Capek. Hahaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s