Edisi Berandai-andai

Sedari dulu, aku ingin punya “pintu kemana saja”.

Rasanya hanya itu alat Doraemon yang kubutuhkan untuk mempermudah hidupku.

Jarak SMA-rumah yang hampir 30km, tentu tak perlu oper-oper bus bila ada dia.

Sekolah di Jakarta, tak usah ngekos, hemat biaya makan dan kehidupan.

Penempatan dimana saja, tidak khawatir karena tinggal buka pintu langsung sampai di Malang.

Nanti kalau dedek sudah lahir, tiap siang bisa pulang ngasih ASI. Bahkan dedek tidak akan menghirup udara Jakarta yang penuh polusi karena kami membangun rumah di daerah yang tenang di pedesaan.

Hanya berandai-andai… 😳

NB: Dedek, maafin Ummi ya… seharian bete tanpa alasan. Nanti jangan kaya Ummi. Manusia itu harus bisa “semeleh”. Dunia ini kalau dikejar tidak akan ada ujungnya. 😦