Edisi Berandai-andai

Sedari dulu, aku ingin punya “pintu kemana saja”.

Rasanya hanya itu alat Doraemon yang kubutuhkan untuk mempermudah hidupku.

Jarak SMA-rumah yang hampir 30km, tentu tak perlu oper-oper bus bila ada dia.

Sekolah di Jakarta, tak usah ngekos, hemat biaya makan dan kehidupan.

Penempatan dimana saja, tidak khawatir karena tinggal buka pintu langsung sampai di Malang.

Nanti kalau dedek sudah lahir, tiap siang bisa pulang ngasih ASI. Bahkan dedek tidak akan menghirup udara Jakarta yang penuh polusi karena kami membangun rumah di daerah yang tenang di pedesaan.

Hanya berandai-andai… 😳

NB: Dedek, maafin Ummi ya… seharian bete tanpa alasan. Nanti jangan kaya Ummi. Manusia itu harus bisa “semeleh”. Dunia ini kalau dikejar tidak akan ada ujungnya. 😦

Iklan

5 thoughts on “Edisi Berandai-andai

      • Lah, kan kantong ajaibnya doang. Sama kantong cadangannya juga ding. Hoho. Kan lumayan, bisa menyimpan apa saja di situ. Kamar tidak berantakan pastinya. Dan kalau butuh barang-barang apapun, tinggal memikirkan barang itu, lalu ambil di kantong ajaib. Dapat deh. Praktis.

        Digabungkan dengan kantong cadangan, kemampuannya hampir bisa seperti pintu kemana saja. Hanya saja tidak bisa suka-suka kita hendak kemana. Dua arah doang soalnya. Hoho.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s