Postingan Sebelum Pulang

Ini adalah postingan sebelum pulang (dan mungkin sebelum hiatus untuk 3 bulan ke depan) karena insyaallah mulai besok aku cuti dan insyaallah hari Kamis sudah akan meluncur ke Malang. Ya, aku memutuskan untuk melahirkan di Malang saja. Persiapan?! Nol persen. Belum packing, belum nyari rumah sakit, belum apa-apa… Lalu teringat blog yang kosong selama sebulan terakhir. Jadi kuputuskan yang kulakukan pertama adalah mencorat-coret dinding blog ini dengan rekapan apa-apa yang bisa kutulis sebelum (mungkin) aku tidak bisa posting selama di Malang. 😀

 

Tentang dedek

Hari ini tepat masuk hitungan 36w. Semalam priksa ke RSIA Tambak. Sayangnya dokter Onni sudah menunjuk dokter lain untuk menggantikannya dikarenakan kesibukan beliau melanjutkan studi. Ya sudah deh, sama dokter Ika aja.

Hasil USG dedek menunjukkan kalo dedek baik-baik saja. Alhamdullillah. Semua lingkar kepala, lingkar perut, dan panjang paha berada di kisaran persentil 20-an. BB 2,234kg (kalo ga salah inget, soalnya ini lagi ga bawa hasil USG-nya). Kata dokter Ika itu normal, ga kecil ga besar. Padahal kalo aku lihat di web, harusnya 36w itu 2,3-2,5kg. Padahal ga ada kelainan pada plasenta. Apa dedek nahan makan karena aku suka bilang jangan ngrepotin Ummi, ya?! (yah, kekhawatiran akan proses persalinan pasti ada kan?!) Huhuhu…dedek makan yang banyak ya… Nanti Ummi latihan senam kegel aja ma jalan pagi tiap hari. Yang penting dedek sehat… T-T

Sudah dapat 1 nama kalo dedek lahir cewek. Tapi belum nemu ide kalo sampai dedek lahir cowok. Ternyata nyari nama cowok lebih susah daripada nyari nama cewek!

 

Tentang Hadramout

Sekitar 4 hari lalu aku lihat mobil bertuliskan hadramaut. Spontan nanya ke mz, hadramaut tuh dimana sih? Katanya ada di Yaman. Oh…

Dan semalam, karena dapat giliran pertama, pemeriksaan selesai sekitar pukul setengah 8 (biasanya pulang jam 10-an). Keluar, ngeluh lapar (sekarang hampir tiap dua jam aku kelaparan). Akhirnya memberanikan diri masuk ke restoran Hadramout yang terletak tepat di sebelah RSIA Tambak. Dengan tampang kulu-kulu dan muka kere, pelayannya kaya ga percaya kalau kami mau beli. 😀

Restoran Hadramout merupakan restoran yang menjual masakan timur tengah. Interiornya juga penuh dengan hiasan timur tengah. Orang-orang yang masuk pun kebanyakan bangsa Arab, atau paling tidak bapak-bapak bergamis. Mereka bercakap dalam bahasa Arab. TV-nya muter Al Jazeera. Maka mutlaklah aku merasa berada di planet lain. Ga mudeng blas. Buka daftar menu, asing semua. Akhirnya kami memutuskan memesan 1 porsi Mandi Kambing (bukan kambing mandi lho yaaa…), seporsi buah campur (kupikir untuk mengimbangi lemak yang masuk), hot chocolate untuk mz Nug, dan lemon tea untukku. Oiya, kenapa pesannya cuma satu porsi, karena piring di sini tu gede banget. Jadi mending sepiring untuk berdua. Aku lihat di kubikel sebelah malah 4 bapak makan dalam 1 piring yang lebih gede daripada piring kami. Ini memang cara makan timur tengah. Lesehan dan makan kembulan bareng-bareng pake tangan. Seru! ^-^

Kesan: kambingnya mantaaapppp!!! Empat jempol dah! Diklaim bahwa memasaknya dengan oven yang memakai kayu bakar khusus, dagingnya benar-benar jadi empuk banget. Baru kali ini aku krokot-krokot tulang kambing saking enaknya. Nasi mandi rasanya buatku agak aneh. Mungkin karena lebih biasa dengan nasi yang pulen. Di sini nasinya agak kering dengan butiran nasi yang panjangnya 2x panjang bulir nasi biasa. Hot chocolate-nya kata mz Nug enak, tapi biasa aja kalo menurutku. Lemon tea-ku masuk kategori enak.

Berapa yang kami habiskan untuk kegilaan semalam?! 100rb saja kok. Hehehe (padahal dah ketir-ketir ga bisa beli apa-apa karena ga kuat beli)  Recommended place buat yang bawa banyak temen. Ingat, jangan pergi sendirian! Takut kekenyangan. Hihihi…

(masih penasaran dengan madhbi –kambing yang dimasak dengan alat panggang khusus-, sambosa  –pernah jadi tantangan di master chef Indonesia-, dan kopi arab –kopi pahit tanpa gula yang dimakan dengan korma, sayang lagi hamil jadi ga boleh minum kopi-)

 

Tentang hanabi

Semalam, di dekat perempatan, ada yang menyalakan kembang api.

Mau tak mau teringat Ramadhan tahun lalu.

Sepulang sholat tarawih,

di jalan dari masjid menuju kosan,

dengan mz Nug di depanku,

dan kembang api di depan sana,

melihati punggungnya…

Saat itu aku tahu

Impianku untuk melihat kembang api bersama orang yang kusuka telah terkabul.

 

Tentang LDR

Salut dengan orang yang sanggup menjalani LDR.

Deg-degan sebelum kepulangan ke Malang. Tak terbayang rasanya jauh dari mz Nug lebih dari seminggu. Ga tega rasanya membiarkannya menjalani bulan Ramadhan sendirian. Hiks!

 

After all, mohon doanya ya teman-teman… Semoga lancar semua. Semoga dedek (dan aku) sehat dan selamat. Amin…

Iklan

10 thoughts on “Postingan Sebelum Pulang

  1. Memang kambing timur tengah yang paling yahud, Mbak. 😀

    Porsinya segitu buat berdua terasa kurang atau gimana, Mbak? Pengen nyoba sesekali.

    Wah, udah cuti melahirkan, tah? Ya memang bagusnya ngadem di Malang sih. Terus ke Jakarta lagi kapan, dong?

  2. Wah, Nur udah mau melahirkan.. Semoga sehat dan selamat semua, ya..
    Nur jangan hiatus, dong, hehehe. Kan buat mengisi waktu luang di rumah (padahal udah pasti sibuk ngurus dedek sih), boleh tuh update2 kabar. Lagian, ntar blogku jadi sepi komen deh, secara yang biasa komen cuma Nur dan Feris, huehehe.

    Ohya, jangan lupa kabar2i ya kalo dedeknya udah lahir.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s