Tentang Gadis Rembulan

Adalah kata “kirani” yang membuatku menyebut putriku sebagai “gadis rembulan”. Dan inilah asal-usul di balik nama putriku (yang panjang). Hehehe…

Tentang Tsabita

“Tsabita” adalah unsur nama yang pertama kutemukan. Pada liqo terakhir, kami sempat berdiskusi tentang istiqomah. Hasil diskusi menyimpulkan bahwa arti sebenarnya dari istiqomah adalah “teguh di jalan Allah”. Begitu kulihat di buku nama-nama anak, ternyata teguh dalam bahasa arab disebut tsabit. Versi perempuannya adalah tsabita. Begitu membaca nama itu, entah kenapa langsung sreg di hati. Walau huruf tsa agak sulit dilafalkan, namun secara keseluruhan kata itu terdengar indah. Tsabita harus menjadi nama belakangnya, pikirku. Aku memang menginginkan ada kegagahan yang terlafalkan dengan indah pada nama anakku nanti, seperti kata fauziah pada namaku.

Yang sebenarnya juga, aku teringat bahwa selama mengandung, aku sering berdiskusi dengan mz nug tentang bahaya yahudi. Walau sering dimarahi mz nug dan diingatkan agar tidak usah terlalu khawatir, namun aku tetap saja ngeri dengan rencana-rencana yahudi di masa datang. Aku tidak akan selalu bisa melindunginya. Dia harus bisa melindungi dirinya sendiri. Oleh karena itu aku berharap, melalui nama tsabita, anak perempuanku akan tetap teguh di jalan Allah di tengah gempuran dan fitnah yang dilontarkan yahudi terhadap umat ini. Semoga.

Tentang Kirani

Maret 2011, usia kandunganku masih pertengahan, ketika terjadi peristiwa supermoon itu. Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi, setelah terakhir terjadi 18 tahun lalu. Aku memang tidak ikut melihat kejadiannya namun di internet bertebaran foto-foto bulan yang luar biasa. Indah sekali. Sesudahnya aku jadi sering melihat keindahan bulan di malam hari. Bahkan suatu sore sepulang kantor, di bulan rajab, 2 bulan sebelum lahiran, ketika motor yang kami tumpangi lewat di atas jalan layang rawamangun, bertemulah aku dengan rembulan yang subhanallah indahnya. Bulat besar mengambang di langit senja. Aku berpikir, anak ini tampaknya berjodoh dengan rembulan.

Aku memang menginginkan ada unsur kecantikan pada nama anakku. Aku tidak ingin namanya seperti aku yang semuanya terlalu kaku. Ketika kusearch di situs ini, cahaya yang indah disebut kirana. Bersinonim dengan kirani. Di telingaku, kirana atau kirani membuatku terbayang akan cahaya bulan yang lembut. Baiklah. Kirani akan menjadi nama tengahnya.

Tentang Nindy

Kengototanku untuk membuat N family membuat orang-orang sekelilingku ikutan pusing. Awalnya adalah nabila, yang kupikir terlalu pasaran. Juga nadya yang terdengar cukup berirama dengan “kirani tsabita” yang telah ditetapkan sebelumnya. Lalu aziz mencetuskan kata nindy. Nindy menurut situs ini berasal dari bahasa jawa yang berarti “yang diberi kelebihan”. Nindy kirani memang lebih berirama dan kuat kesan jawanya daripada nadya kirani. Aku berpikir tentu sebenarnya penulisannya pakai huruf akhir “i”, jadi nindi. Namun untuk kesan modern, baiknya dituliskan nindy saja.

Konsep “yang diberi kelebihan” juga menarik buatku. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku yakin anak ini memiliki kelebihan. Entah apa itu, aku juga tak tahu. Dan di hari pertama kelahirannya, aku semakin percaya bahwa nama itu memang cocok melekat padanya. Gemetar aku membayangkan, seandainya  Nindy tidak keluar 2 minggu sebelum HPL, pasti dia sudah keracunan ketuban dan meninggal seperti bayi temanku. Nindy juga unik. Sebagai perempuan, unyeng-unyengnya ada dua. Kata orang-orang unyeng-unyeng dua artinya nakal, tapi aku yakin dia hanya akan lebih aktif dibandingkan temannya. Dan hei, aktif bersinonim dengan cerdas bukan?! Selain itu sebagai perempuan, sifat leo-nya kuat sekali. Tak apa. Jadilah perempuan tegar seperti bunda ayu ya nak!

Tentang Nugroho

Awalnya nama nindy hanya terdiri dari 3 kata, berhenti di tsabita. Namun bapak (mertuaku) dan mbah pangen menyarankan untuk menambahkan nama mz nug. Aku menduga yang dimaksud adalah nama belakang suamiku, Sutopo. Namun ternyata nama nugroho-lah yang dilekatkan kepadanya. Jadilah nama nindy terdiri dari 4 kata. Ketika dirasa-rasa, agaknya cocok juga rimanya dan lebih tegas terdengar daripada dibiarkan menggantung di kata tsabita.

Maka inilah dia, Nindy Kirani Tsabita Nugroho. Putri keluarga Nugroho yang diberi kelebihan, cantik seperti cahaya rembulan, dan teguh menjaga dien-nya. Insyaallah.

Iklan

16 thoughts on “Tentang Gadis Rembulan

  1. Ping-balik: Mens Pad | Cahaya Rembulan Usai Hari Hujan

  2. Ping-balik: Cerita si Kembar: Arti Namamu | Hikari no Monogatari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s