Bertengkar

Karena manusia itu beda-beda, aku merasa sudah sewajarnya bila terjadi gesekan, lalu berujung ke pertengkaran. Memang sih, seharusnya orang dewasa lebih bisa mengontrol emosi. Eh tapi tapi..di antara suami istri yang saling cinta aja bisa bertengkar. So? Bertengkar? Kenapa tidak?!

Ya. Menurutku, bertengkar sah-sah saja dilakukan. Setiap orang punya emosi yang justru lebih berbahaya kalau emosi itu tidak terlampiaskan. Emosi lebih baik diutarakan soalnya kalo dipendam lama-lama jadi penyakit. Bahkan aku sering mendorong mz nug untuk langsung saja marah padaku bila tidak suka terhadap sesuatu yang kulakukan (lha, emang dasar istri aneh ya?! πŸ˜€). Tapi, tentu saja bertengkar ada aturannya.

  1. Jangan menggunakan kata-kata kasar.
  2. Jangan main fisik.
  3. Jangan defensif.
  4. Dengar dulu baru ngomong.

Minggu lalu aku bertengkar dengan suami. Awalnya diem-dieman yang sampe bikin aku hampir menangis di kamar mandi (tapi ga jadi karena takut mempengaruhi produksi ASI). Pertengkaran berakhir ketika sore hari kami duduk bareng dan dimulai dengan β€œmz ga suka adek begini begini begini..” yang kujawab dengan β€œadek juga ga suka mz begini begini begini..” Kami saling dengar dan akhirnya saling mengerti, juga menemukan titik temu dimana keruwetan terjadi.

Intinya adalah jika sampai kamu bertengkar/ga enak-enakan ma orang, bersikaplah wajar. Coba cari waktu untuk duduk bareng dan ngobrol dengan enak. Berdua saja tentu lebih baik. Pandang wajahnya, coba dengarkan dia. Lalu bicarakan dengan tenang apa yang menjadi masalahmu. Dalam hubungan dua orang jika sampai terjadi gesekan pasti yang salah adalah dua pihak, ga mungkin satu. Oleh karena itu saling mendengar amat diperlukan. Dan jangan sampai diem-dieman, atau bertengkar lewat jalur yang ga ketemu muka (chat/SMS/telpon/status fb). Pertengkaran tidak akan pernah selesai jika kita masih saling membelakangi punggung.

Nah, mari bertengkar dengan sehat… πŸ˜€

Iklan

4 thoughts on “Bertengkar

  1. Haha. Kalau aku marah, susah sekali menuangkan uneg-uneg di kepala. Jadilah menguap saja, barangkali saking panasnya kepala. πŸ˜€

    Maka seringlah kata-kata “mati” keluar dari mulut. Ah, andai aku punya Death Note. πŸ˜€

    • emosi kalo ga kesampaian itu bahaya… ngomong langsung aja ke dia ketika hatimu udah agak tenang.

      Sekarang orang lebih suka bertengkar di status fb. Apaan sik? Mau semua orang tahu kalo mereka lagi bertengkar?

      Paling bagus itu bertengkar karena sayang. Aihh…

  2. Dulu kalo bertengkar sih seringnya malah lewat chat/sms/telepon, hehehe. Tapi sekarang sudah tidak lagi. *tidak lagi via jalur2 tersebut maksudnya, tapi kalo bertengkarnya sih tetep jalan* :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s