Cinta Yanti

Namanya Yanti. Baru lulus SMA. Cantik. Kulit putih. Wajah menarik. Ketika teman-teman seusianya sedang sibuk dengan mata kuliah apa hari ini, si Yanti sibuk mencuci di pantry. Ketika teman-teman seusianya kelayapan di mall dengan dandanan menor, si Yanti lagi kelayapan mencari makanan yang diinginkan para pegawai di kantor.

Yanti gadis remaja yang sederhana. Di tengah arus ke-alay-an yang merajalela, kadang dirinya masih suka menyanyikan Salah Alamat keras-keras. Lain waktu hapenya memutar musik India entah dari film mana. Tapi nanti pukul 9 ketika pekerjaan kelar, diambilnya air wudhu, dan segeralah ia sholat dhuha. Ya, dialah Yanti yang selalu berwiridan panjang di setiap akhir sholat fardhunya.

Dan pagi ini, berlatar musik pop-melayu sok religius yang di kupingku terdengar munafik banget (maaf, tapi aku merasa lagu-lagu itu banyak yang terdengar asal bikin dan enggak tulus) si Yanti nyeletuk, “Berasa lagi puasa ya, Mbak…”

“Iya…” jawabku ngasal.

“Enak ya kalo puasa… Rasanya adem. Lagu-lagu juga pada ngajakin tobat, kedengarannya ademmm bener. Kalo puasa dosa-dosa kita diampuni kan, ya Mbak… Dosa-dosa setahun diampuni kan Mbak?”

“Iya, insyaallah…” mau manjangin tapi males.

“Seneng ya… kalo diampuni. Yanti banyak banget dosanya. Kapan sih puasa lagi?!”

Masyaallah, Yanti. Ucapan sederhanamu menusukku. Aku saja sering lupa akan dosa-dosaku. Tapi dirimu yang masih begitu muda, jauh lebih muda dari adikku, sudah menyadari kekuranganmu dan punya rasa cinta yang begitu besar pada bulan Romadhon.

Ah, Yanti… Semoga di akhirat nanti kau bertemu Romadhon yang kau cintai. Semoga pintu puasa memanggilmu.

NB: Sungguh kepada band-band alay di luar sana, terimakasih atas lagu-lagu rohanimu yang TERNYATA bisa menyentuh hati anak muda.

Iklan

7 thoughts on “Cinta Yanti

  1. Bahkan cacing pun ada gunanya, Mbak, antara lain dengan pabrik obat menciptakan obat cacing yang gunanya tidak untuk menyembuhkan cacing yang sedang sakit melainkan menyembuhkan orang yang di dalam perutnya terdapat cacing-cacing jahat. 😀

  2. Ping-balik: AHA #3 | Hujan Cahaya Bulan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s