Teman-teman Nindy

Beda jauh denganku, nindy kecil-kecil gitu udah punya banyak temen. Maklum, mbak prih sering membawanya keluar rumah kalau sore-sore, untuk kumpul-kumpul bersama anak-anak tetangga. Kumpul bocah sebenarnya, namun aku dan mz nug menyebutnya meeting 😀 Sayang, sebentar lagi nindy harus meninggalkan teman-teman dekatnya itu. Untuk sekedar mengingat-ngingat, berikut teman-teman nindy yang aku tahu (dibantu cerita mbak prih)

1. Ridho

Ridho ini 2 bulan lebih muda daripada nindy. Rambutnya masih belum rata tumbuhnya. Ridho anak ketiga dari 3 bersaudara. Kakaknya laki-laki semua. Bapak Ridho membuka usaha percetakan di kontrakannya. Ibu Ridho mengurus Ridho dan kedua kakaknya. Rumah Ridho berselang rumah babah haji kalo dari kontrakan kami. Nindy suka ngliatin Ridho dan pegang-pegang kalau masih dalam jangkauan. Cuma Ridhonya aja yang pendiam. Mungkin memang belum waktunya bisa balik pegang. 😀

2. Lintang

Rumah Lintang bersebelahan dengan rumah Ridho. Bahkan air dan listrik mereka menyatu. Umur Lintang hampir 2 tahun. Anaknya aktif dan juga cakep. Mungkin niru ibunya yang cantik. Bapak Lintang bekerja di percetakan seberang rumah (bukan di percetakan bapak Ridho). Ibu Lintang adalah FTM. Nindy suka mandangin Lintang mungkin karena dia udah bisa kesana-kemari (kalo nindy kan masih digendong aja). Tapi Lintangnya cuek ke nindy (setauku).

3. Fatih

Aku belum pernah bertemu Fatih. Bahkan awalnya kupikir Fatih itu perempuan. Ternyata laki-laki. Rumah Fatih di samping percetakan seberang jalan. Rumahnya bagus, dengan garasi besar dan halaman yang penuh tanaman. Nindy pernah diminta maen ke rumah Fatih oleh Bu Mini, pengasuh Fatih. Tapi entah melihat sesuatu apakah, nindy nangis kejer begitu sampai di dapur. Memang sih, kadang kurasa rumah Fatih itu terlihat singup (angker). Pulangnya, nindy dibawain oleh-oleh 2 buah belimbing yang diambil dari halaman rumah.

4. Bu Mini

Bu Mini adalah pengasuh Fatih. Orangnya kecil dan ramah. Menurut mbak prih, Bu Mini sudah bekerja di rumah orang tua Fatih selama 15 tahun. Anak perempuan Bu Mini tinggal di Jakarta, sedang anak laki-lakinya ada di kampung. Bu Mini sudah punya cucu walau wajahnya masih terlihat muda. Aku pernah liat cucu Bu Mini yang perempuan dari anaknya yang perempuan. Bu Mini suka manggil-manggil nindy dari kejauhan, yang ditanggapi nindy dengan ketawa kegirangan. Kayane Bu Mini ini teman nindy yang paling berkesan.

5. Si gadis kecil

Suatu sore ketika pulang, nindy lagi nongkrong di depan kontrakan. Dari kejauhan ada 2 gadis kecil bersepeda mendekat. Begitu dekat, si gadis yang di depan menyapa, “Nindyy…” Oh, ternyata dia teman nindy juga. Aku sempat menanyakan namanya, cuma aku lupa (mbak prih juga lupa namanya, hehehe) Rumah si gadis kecil berada di sebelah rumah Lintang. Gadis kecil inilah yang pertama kali melihat gigi pertama nindy. Lah, malah aku dan mbak prih ga tau. Hehehe. Iya, gigi pertama nindy udah tumbuh kemaren. Dimulai dari satu gigi bawah. Ah, terimakasih gadis kecil…

6. Mas-mas pekerja percetakan

Kata mbak prih, ada mas-mas di percetakan seberang yang suka nyapa nindy. Awalnya nindy ga ngerespon. Namun sekarang nindy ketawa kalo mas itu manggil-manggil dari seberang sana. Aku belum pernah ketemu si masnya. Padahal kayanya nindy deket juga sama mas ini.

7. Bapak tukang sayur

Walau belanja ke pasar tiap minggu, kadang aku nitip minta beliin sayuran segar ke mbak prih. Mbak prih akan membeli sayur di bapak tukang sayur yang lewat setiap pukul 9 pagi. Kemaren waktu aku telpon ke rumah gara-gara gas habis, bapak tukang sayur lagi teriak “sayur…sayur..” di depan rumah, dan nindy bales teriak ke bapak tukang sayur itu. Hahaha. Kata mbak prih sih, nindy emang suka gitu. Lumayan lah, bentar lagi bisa disuruh belanja nih. *eh?

Dari kesemua teman nindy, aku cuma pernah ngobrol dengan ibunya Lintang, Bu Mini, dan si gadis kecil. Ah nindy, semoga di tempat baru nanti, kamu juga punya banyak teman ya nduk… 🙂

Iklan

9 thoughts on “Teman-teman Nindy

  1. Ping-balik: Dunia Nindy | Cahaya Rembulan Usai Hari Hujan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s