Met milad, nak…

Selamat ulang tahun, nindy…

Hanya sebaris kata itu yang terucap saat dia terbangun di pagi hari. Hanya kecupan selamat dari abi dan ummi. Kemudian dunia berputar seperti biasa. Ritual pagi dilaksanakan seperti biasa.

Tak ada yang istimewa. Tak ada perayaan, balon warna-warni, kue ulang tahun. Tak ada dessert table cantik, rainbow cake, maupun red velvet cake. Tak ada kado dan kunjungan teman-teman.

Bahkan rangkaian doa hanya terucap di hati. Selalu. Setiap habis sholat ketika mampu.

Pagi tadi aku memandanginya dan menyadari betapa waktu telah berlalu begitu cepat. Sedikit sedih tidak bisa memberikan sesuatu yang istimewa di hari yang spesial ini. Bertanya-tanya apakah karena aku jarang merayakan ulang tahun, sehingga tidak bisa care terhadap ulang tahun orang lain, bahkan terhadap anak sendiri?! Proyek album “setahun nindy” saat ini pun sedang terbengkalai karena aku tak pandai mencuri waktu. 😦

Bukan berarti kami tidak menyayangimu, nak!

Semoga di lain waktu ummi bisa memberikan kebahagiaan yang lebih dari sekarang.

Otanjoubi omedetou, tsuki-chan…

 

Catatan:

BB per akhir Juli: 9 kg. TB: tidak dihitung (Posyandu di tempatku selalu jatuh di akhir bulan)

Sudah bisa melangkah sendiri 2-3 langkah. Sedang kucoba untuk mengajaknya jalan-jalan tiap pagi sebelum berangkat, dititah di sepanjang gang.

Kata yang jelas maksudnya: mamam (makan), dadaa (dadah-dadah), ooowww (nada kalo lagi marahin orang) 😀